Kurangi kemacetan, Pontianak dukung pengembangan "bus air"

Kurangi kemacetan, Pontianak dukung pengembangan "bus air"

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendukung pengembangan "bus air" untuk ke daerah tertentu dalam mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di daratan di kota. ANTARA/HO-Humas Pemkot Pontianak/am.

Transportasi bus air, selain dalam mengurangi kemacetan di jalur darat Kota Pontianak juga bisa menunjang destinasi wisata air di sepanjang Sungai Kapuas, yakni sungai terpanjang di Indonesia, yaitu sekitar 1.143 kilometer
Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mendukung instansi terkait menggalakkan dikembangkannya transportasi "bus air" untuk ke daerah tertentu dalam upaya mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di daratan di kota itu.

"Saya sudah minta Dishub Kota Pontianak dalam membuat konsepnya, dan disinkronkan dengan rencana Perum Damri agar terkoneksi yang rencananya akan dibuka dari Dermaga Tugu Khatulistiwa menuju Dermaga Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Senin.

Edi menjelaskan, transportasi bus air, selain dalam mengurangi kemacetan di jalur darat Kota Pontianak juga bisa menunjang destinasi wisata air di sepanjang Sungai Kapuas, yakni sungai terpanjang di Indonesia, yaitu sekitar 1.143 kilometer

"Kami akan dukung sesuai kemampuan APBD Kota Pontianak, kalau memang tidak mampu maka minta dukungan pemerintah pusat," katanya.

Saat ini Pemkot Pontianak dan pemerintah pusat sudah mempercantik kawasan Sungai Kapuas dengan "waterfront city", baik di sisi kanan dan kiri sehingga sangat menjual untuk terus dikembangkan lagi dan mendongkrak wisata air di Kota Pontianak.

"Karena banyak keunikan yang bisa dijual disepanjang Sungai Kapuas, seperti Keraton Pontianak, Masjid Jami, Tugu Khatulistiwa dan lain sebagainya," kata Edi Rusdi Kamtono.

Baca juga: Pelembang siapkan bus air menuju lokasi wisata

Baca juga: Surabaya Segera Miliki "Busway" dan Bus Air


Sebelumnya, General Manager Damri Cabang Pontianak, Yulianto mengatakan pihaknya siap menghadirkan dan mengoperasionalkan bus sungai sebagai upaya memberikan alternatif moda transportasi bagi masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa bus sungai yang bakal dihadirkan nantinya yakni untuk trayek Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak - Kubu Raya.

"Sejauh ini, untuk menghadirkan tersebut tentu butuh studi atau kajian. Kita juga telah melakukan koordinasi dan rapat ke pihak yang berwenang terutama pemerintah pusat, provinsi atau kota dan kabupaten terkait. Sejumlah upaya tentu tengah dipersiapkan agar bisa terealisasi" katanya.

Ia menyebutkan semangat hadirnya bus sungai selain memberikan alternatif untuk mobilitas bagi masyarakat juga bisa menjadi sarana untuk wisatawan menikmati sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas.

"Jalur sungai yang dilewati adalah Sungai Kapuas. Sungai ini memiliki daya tarik tersendiri sebab selain sebagai sungai terpanjang di Indonesia, namun juga membelah Kota Pontianak. Banyak pesona yang bisa dinikmati melalui susur sungai," jelas dia.

Apalagi, kata dia, engan trayek yang ada, wisatawan juga bisa menikmati obyek wisata Kota Pontianak yang ada di sekitar sungai tersebut seperti Taman Alun - Alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, Keraton Kadariah dan Masjid Jami' yang merupakan bangunan sebagai bukti sejarah bermulanya Kota Pontianak serta lainnya.

"Kita berharap rencana ini bisa terealisasi lebih cepat dan kita menunggu dukungan pemerintah daerah untuk ini. Dari pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub sudah menyetujui dan tinggal teknis di daerah," demikian Yulianto.


Baca juga: Pemkot Pontianak jadikan Sungai Kapuas sebagai Sport Tourism

Baca juga: Kemenhub bantu empat unit bus air warga kepulauan Biak

Baca juga: Pontianak anggarkan Rp40 miliar pembangunan waterfront lanjutan

Baca juga: Kemenhub anggarkan Rp22 miliar bangun bus air di Danau Toba


 

Pewarta: Andilala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

5 Bus air bantuan Kemenhub arungi Sungai Musi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar