Bupati Banyumas: Lindungi orang dengan kormobid dari COVID-19

Bupati Banyumas: Lindungi orang dengan kormobid dari COVID-19

Bupati Banyumas Achmad Husein berdialog dengan salah seorang warga yang telah mengenakan gelang khusus lansia usai peluncuran Desa Siaga Kormobid di Balai Desa Danaraja, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (19/10/2020). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Setda Banyumas

ibu hamil berusia 29 tahun, masih muda, namun kormobid
Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Achmad Husein mengajak seluruh warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk menjaga dan melindungi orang dan anggota keluarga yang memiliki penyakit penyerta atau kormobid agar terhindar dari COVID-19.

"Hingga saat ini di Banyumas terdapat sebanyak 19 orang meninggal akibat COVID-19, terakhir adalah seorang ibu hamil berusia 29 tahun, masih muda, namun kormobid," katanya saat peluncuran Desa Siaga Kormobid di Balai Desa Danaraja, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Senin.

Peluncuran Desa Siaga Kormobid tersebut ditandai dengan pemasangan gelang khusus bagi orang lanjut usia (lansia) khususnya yang memiliki penyakit penyerta.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan berdasarkan hitungan klinis, ibu hamil tersebut kemungkinan besar tidak sampai meninggal dunia jika tidak ada COVID-19 meskipun merupakan seorang kormobid.

Baca juga: Bupati Banyumas: 17 santri sembuh dari COVID-19

Baca juga: Banyumas pantau warga berisiko tinggi terhadap penularan COVID-19


Terkait dengan hal itu, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan program Desa Siaga Kormobid sebagai upaya melindungi orang-orang dengan penyakit penyerta sebagai upaya menekan kasus kematian akibat COVID-19.

"Tujuannya agar jangan sampai ada lagi orang meninggal dunia karena COVID-19," tegasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Banyumas Didi Rudwianto mengatakan berdasarkan pendataan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di Kabupaten Banyumas terdapat sebanyak 77.095 orang lansia.

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.840 orang masuk kategori risiko ringan, 9.183 orang masuk kategori risiko sedang, dan 272 orang dengan kategori risiko tinggi," jelasnya.

Menurut dia, semua itu harus dilindungi melalui aplikasi "Jiwong Jigo" (Sijo Uwong, Siji Jogo/Satu Orang Jaga Satu Orang Kormobid, red.) yang terdata berdasarkan nama dan alamat masing-masing. 

Baca juga: Jumlah santri terkonfirmasi positif COVID-19 di Banyumas bertambah

Baca juga: Bupati Banyumas: Kondisi santri terpapar COVID-19 telah membaik

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar