Pandemi COVID-19 ajang kampus berkolaborasi dalam PJJ

Pandemi COVID-19 ajang kampus berkolaborasi dalam PJJ

Pembukaan rapat tinjauan manajemen "Penguatan Sistem Pembelajaran Berbasis IT Menuju UT Siber" yang di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Senin (19/10). (ANTARA/HO- Humas UT)

Untuk levelnya naik kelas, ada tugas yang menjadi lebih berat. Tapi sejalan dengan itu ada fleksibilitas. Ini penting agar UT tetap menjadi PTN terbuka, namun bukan konvensional
Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat mengatakan pandemi COVID-19 merupakan ajang kampus di Tanah Air untuk berkolaborasi dalam menghadirkan pendidikan jarak jauh yang berkualitas bagi mahasiswa.

"Ini merupakan kesempatan untuk berkolaborasi dengan teman-teman perguruan tinggi yang juga mempunyai misi sama yakni mencerdaskan anak bangsa," ujar Ojat dalam rapat tinjauan manajemen "Penguatan Sistem Pembelajaran Berbasis IT Menuju UT Siber" yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Universitas Terbuka (UT) yang sudah berpengalaman selama 36 tahun dalam melakukan PJJ, kata dia, siap bersinergi dengan kampus lainnya, agar kampus tersebut bisa menghadirkan PJJ yang berkualitas.

Ojat menjelaskan pada 2019 misalnya sebanyak 500 dosen IPB University belajar bagaimana UT mengembangkan dan mengelola pembelajaran daring.

"Saat ini 14 perguruan tinggi, mahasiswanya belajar daring ke UT dan itu tanpa biaya. Mereka merupakan kawan, yang mana kita harus bersama-sama menjadi besar," tambah dia.

Baca juga: Wapres Ma'ruf dorong perluasan metode kuliah daring di Indonesia

Ojat mengatakan dari pada menjadi kompetitor, UT mengajak kampus lainnya untuk bersama-sama membantu pemerintah agar pembelajaran bisa terselenggara dengan baik.

Saat ini, UT berupaya meningkatkan status kampus dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Berbadan Hukum (PTNBH).

"Harapan kami setelah UT menjadi PTNBH, UT dapat menjadi lebih gesit dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia," kata dia.

Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi/Sekretaris Utama BRIN, Dr Mego Pinandito, mengatakan untuk peningkatan status UT menjadi PTNBH tersebut juga berdampak pada tugas yang diberikan.

"Untuk levelnya naik kelas, ada tugas yang menjadi lebih berat. Tapi sejalan dengan itu ada fleksibilitas. Ini penting agar UT tetap menjadi PTN terbuka, namun bukan konvensional," kata dia.

Baca juga: Suka duka mengikuti perkuliahan daring di tengah pandemi
Baca juga: Tantangan kuliah daring bagi dosen dan mahasiswa

Pewarta: Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenristek-BRIN kelola dana riset perguruan tinggi Rp1,463 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar