Kemendag: Neraca dagang pertanian defisit hingga 2,81 miliar dolar

Kemendag: Neraca dagang pertanian defisit hingga 2,81 miliar dolar

 Ilustrasi: Petugas Balai Karantina Pertanian Padang melakukan pemeriksaan manggis yang akan diekspor ke China. (Antara/HO)

Saya catat misalnya buah naga, sarang burung walet, pisang. Semuanya sudah diekspor dan daya saing cukup baik, namun belum sepenuhnya bisa memanfaatkan potensi besar di China
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat bahwa neraca perdagangan produk pertanian periode Januari - Agustus 2020 mengalami defisit sebesar 2,81 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor 2,4 miliar dolar AS dan impor 5,21 miliar dolar AS.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan Muhri mengatakan produk-produk pertanian Indonesia banyak diserap oleh negara besar, salah satunya China. Namun begitu, potensi ekspor sejumlah komoditas, termasuk buah-buahan masih bisa dimanfaatkan lebih besar lagi.

"Saya catat misalnya buah naga, sarang burung walet, pisang. Semuanya sudah diekspor dan daya saing cukup baik, namun belum sepenuhnya bisa memanfaatkan potensi besar di China," kata Kasan dalam webinar yang digelar Markplus Inc, Senin.

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan RI surplus 2,4 miliar dolar AS pada September

Kasan menyebutkan bahwa China, selain sebagai negara tujuan ekspor terbesar, juga menjadi negara asal impor terbesar Indonesia.

Pada periode Januari - Agustus 2020 Kemendag mencatat ekspor produk pertanian Indonesia yang terbesar adalah ke China dengan nilai 471 juta dolar AS, kemudian diikuti oleh Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Hong Kong, dan Singapura. Namun demikian China juga menjadi negara asal impor produk pertanian terbesar bagi Indonesia dengan porsi 19,6 persen.

Baca juga: Dipicu sayur dan buah, BPS: Ekspor pertanian meningkat 20,84 persen

"Dalam konteks growth selama COVID-19 sampai semester I-2020 memang produk pertanian masih tetap tumbuh, sedangkan yang lain mengalami kontraksi termasuk perdagangan," kata Kasan.

Oleh karena itu Kemendag mendorong agar produk pertanian unggulan ekspor, seperti kopi, sayuran, buah pinang, kelapa, cengkeh, dan lada, untuk dapat memaksimalkan volume ekspornya.

Dalam catatan Kemendag ekspor sejumlah komoditas pertanian melonjak tinggi pada periode Januari-Agustus 2020. Ekspor sayuran tercatat naik 68,69 persen, kelapa 189,19 persen, jambu, mangga, dan manggis 134,49 persen, dan pala meningkat 32,17 persen.

Baca juga: Kembangkan kopi lokal, Dewan Kopi jajaki kerja sama dengan Kementan

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Defisit neraca perdagangan bulan Januari disumbang sektor migas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar