Tujuh pompa di Jaksel dipastikan berfungsi antisipasi musim hujan

Tujuh pompa di Jaksel dipastikan berfungsi antisipasi musim hujan

Petugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mengecek kondisi pompa di rumah pompa di setiap uderpass Jakarta Selatan, Senin (19/10/2020). (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Bina Marga Kota Jakarta Selatan memastikan kesiapan rumah pompa di setiap wilayah berfungsi baik dan siap untuk mengantisipasi musim hujan serta mencegah banjir.

"Ada tujuh pompa yang disiapkan di setiap underpass, sudah dicek dan semua berfungsi baik," kata Kasudin Bina Marga Jakarta Selatan Heru Suwondo di Jakarta, Senin.

Heru menyebutkan, pompa-pompa tersebut berada di sejumlah underpass di antaranya underpass Jalan kuningan, Jalan Mampang , Kartini (pointsquare), Kebayoran Lama, Bungur, Jalan Trunojoyo dan Jalan Manggarai.

Petugas Sudin Bina Marga melakukan pengecekan dan perawatan sarana pendukung setiap rumah pompa agar berfungsi dengan baik.

"Ada kerusakan minor langsung diperbaiki," kata Heru.

Ketujuh pompa dioperasikan menggunakan sambungan listrik yang bersumber dari PLN. Jika situasi darurat tersedia genset. "Genset akan otomatis hidup apabila aliran PLN mati dan sebaliknya," ujarnya.

Ia menjelaskan, secara teknis, air yang disedot melalui pompa akan ditampung terlebih dahulu di kolam penampungan sementara. Kemudian air akan dialirkan ke kali terdekat.

Baca juga: Sudin SDA Jaksel distribusikan 13 pompa apung ke wilayah rawan banjir
Baca juga: Lurah dan camat se-Jaksel diminta pantau tali air


Selain mengecek kondisi pompa, sarana prasaran lainnya, petugas secara rutin membersihkan kolam penampung air yang ada di setiap rumah pompa.

"Pembersihan rutin setiap musim panas, beberapa bulan sekali. Kalau musim hujan begini harus dicek berkala secara rutin," terangnya.

Menurut Heru, setiap pembersihan dilakukan sampah-sampah yang kerap ditemukan dalam bak penampungan, seperti botol air mineral, kayu, sampah rumah tangga.

Pembersihan sampah-sampah rutin dilakukan karena dapat mengganggu fungsi pompa.

"Kalau tidak bersihkan sampah ikut kehisap. Dan mesin pompa tidak berjalan maksimal dan nantinya akan terjadi kerusakan 'overhead' (panas)," kata Heru.

Heru menambahkan, guna mengantisipasi terjadinya genangan, sebanyak empat orang petugas bersiaga di tujuh rumah pompa. Mereka berjaga bergantian agar memastikan kawasan underpass tidak tergenang.

"Ada empat petugas yang berjaga di setiap rumah pompa. Petugas bersiaga karena jangan sampai genangan di jalan masuk ke dalam underpass. Kalau itu terjadi pompa akan bekerja lebih berat," kata Heru.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar