BBKSDA lepasliarkan satwa dilindungi ke TWA Danau Sicike Cike di Sumut

BBKSDA lepasliarkan satwa dilindungi ke TWA Danau Sicike Cike di Sumut

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melepasliarkan 18 ekor satwa dilindungi di Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike Cike, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu (15/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-KLHK)

Kondisi kawasan ini termasuk aman dan terhindar dari berbagai aktivitas manusia
Jakarta (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melepasliarkan 18 ekor satwa dilindungi di Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike Cike, Kabupaten Dairi.

Satwa tersebut terdiri atas dua ekor cica daun besar (Chloropsis sonnerati), seekor cica daun sayap biru (Chloropsis cochinchinensis), dua ekor tangkar uli sumatera (Dendrocitta occipitalis), empat ekor takur api (Psilopogon pyrolophus), seekor elang alap (Accipiter trivirgatus), seekor kucing hutan (Felis bengalensis) dan enam ekor kukang (Nycticebus).

Kepala BBKSDA Sumatera Utara (Sumut) Hotmauli Sianturi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan penetapan kawasan TWA Danau Sicike cike menjadi lokasi pelepasliaran didasarkan pada pertimbangan kesesuaian lokasi habitat serta ketersediaan pakan satwa.

"Di samping itu juga kondisi kawasan ini termasuk aman dan terhindar dari berbagai aktivitas manusia," katanya.

Pelepasliaran 18 ekor satwa liar dilindungi undang-undang pada 15 Oktober lalu berkat kerja sama yang baik dengan lembaga mitra Yayasan Konservasi Species Indonesia (YKPSI– ISCP) di bawah kepemimpinan Rudianto Sembiring yang selama ini aktif membantu BBKSDA Sumatera Utara dalam kegiatan rehabilitasi dan pelepasliaran satwa terutama untuk jenis Kukang.

Termasuk di dalamnya, enam ekor kukang yang dilepasliarkan itu merupakan hasil penyerahan masyarakat ke BBKSDA Sumatera Utara melalui Lembaga YPKSI setelah sebelumnya dirawat di Kandang Sosialisasi YPSI di Rumah Pil Pil Sibolangit.

Sedangkan untuk jenis cica daun besar, cica daun sayap biru, tangkar uli sumatera, takur api merupakan satwa translokasi dari BBKSDA Jawa Timur yang sebelumnya dirawat dan direhabilitasi di PPS Sibolangit sejak 16 September 2020. Dan satwa jenis elang alap serta kucing hutan merupakan penyerahan masyarakat ke BBKSDA Sumatera Utara.

Satwa yang dilepasliarkan tersebut sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan adaptasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit oleh tim medis.

Salah satu tim medis yang ikut serta dalam pelepasliaran Zakia Sheila Faradillah mengatakan seluruh satwa dalam kondisi sehat dan secara fisik layak untuk dilepasliarkaan.

Baca juga: BBKSDA Sumut selamatkan harimau sumatera hindari konflik satwa-manusia

Baca juga: Buaya liar di Sungai Deli ditangkap BKSDA Sumatera Utara

Baca juga: BBKSDA Sumut lepasliarkan orangutan "Maria" ke TNGL Langkat

Baca juga: BBKSDA Sumut lepasliarkan ratusan burung gelatik di TWA Sibolangit


Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bantuan dana untuk pakan satwa Medan Zoo

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar