Setahun Jokowi-Ma'ruf

Pemerintah ringankan beban rakyat akibat pandemi lewat banyak bantuan

Pemerintah ringankan beban rakyat akibat pandemi lewat banyak bantuan

Empat siswa sekolah dasar berjalan bersama sepulang sekolah di Kampung Hedam, Kec. Heram, Kota Jayapura, Papua, Kamis (8/9). (ANTARA/Anang Budiono)

Bansos ini, kita akan terus meminta untuk terjadi perbaikan dari sisi 'targeting'
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah dalam satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf berupaya meringankan beban masyarakat dan pengusaha kecil dan menengah yang terkena dampak pandemi COVID-19 melalui berbagai macam pemberian bantuan.

Seperti dikutip dari Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju di Jakarta, Selasa, berbagai insentif diberikan kepada pengusaha kecil dan menengah.

Pinjaman atau kredit kerja juga disiapkan sebesar Rp100 triliun bagi 5,3 juta penerima dan subsidi bunga pinjaman juga diberikan kepada 60,66 juta penerima bantuan.

Baca juga: Setahun Jokowi-Ma'ruf, cepat dan sigap antisipasi COVID-19

Buku laporan tersebut menyebutkan bahwa selain insentif hingga subsidi bunga pinjaman, pemerintah juga memberikan insentif pajak dan penempatan dana pemerintah di perbankan untuk restrukturisasi pinjaman debitur UMKM senilai Rp123,46 triliun.

Kelonggaran lain juga diberikan berupa pembebasan biaya listrik selama 3 bulan bagi 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan listrik 900 VA bersubsidi.

Sementara itu, beberapa kelompok masyarakat juga mendapat perhatian, salah satunya pemerintah menyiapkan dana Rp26,5 miliar bagi pelaku budaya.

Baca juga: Pemerintah berupaya tekan biaya logistik

Selanjutnya menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (19/10), pemberian bansos meliputi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain itu Kartu Sembako bagi 19,4 juta KPM, bantuan sembako Jabodetabek untuk 1,9 juta KPM, bansos tunai non-Jabodetabek untuk 9,2 juta KPM dan bantuan tunai bagi peserta sembako non-PKH untuk 9 juta KPM.

Kemudian bantuan beras bagi peserta PKH juga diberikan kepada 2 juta KPM, bantuan usaha mikro bagi 9,1 juta penerima, bantuan upah bagi 10,7 juta penerima, Kartu Pra Kerja untuk 5,5 juta penerima, dan BLT Dana Desa bagi 7,6 juta KPM.

Baca juga: Mensos tinjau penyaluran bantuan sosial di Bali

Baca juga: Yogyakarta mulai distribusikan bansos beras tahap akhir untuk PKH


“Bansos ini, kita akan terus meminta untuk terjadi perbaikan dari sisi 'targeting' karena masih ada masyarakat yang merasa tidak mendapatkan bantuan meskipun pemerintah sudah meningkatkan bansos luar biasa besar,” katanya.

Untuk pendidikan, pemerintah mengimplementasikan program Indonesia Pintar kepada 15,54 juta siswa, bidik misi/KIP Kuliah kepada 634,29 ribu mahasiswa, BOS Kemenag untuk 7 juta siswa, serta pembangunan atau rehabilitasi terhadap 528 sekolah SD dan Menengah serta 226 madrasah atau sekolah keagamaan.

Sementara itu, untuk kesehatan program bantuan yang diberikan meliputi bantuan bagi peserta PBI JKN sebanyak 96,4 juta jiwa, peserta PBPU/BP penerima bantuan iuran sebanyak 35,99 juta jiwa dan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) pusat sebanyak 235,8 ribu orang dan daerah yaitu 137,7 ribu orang.

Baca juga: Bulog-Kemensos-transporter percepat penyaluran bansos beras

Baca juga: Pemerintah Aceh terima bantuan APD dari BUMN




 

Pewarta: Katriana
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah fokuskan 7 sektor untuk PEN dan penguatan reformasi di 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar