Laboratorium COVID-19 RSUD Kudus mampu periksa 400 spesimen swab

Laboratorium COVID-19 RSUD Kudus mampu periksa 400 spesimen swab

Aktivitas di Laboratorium Biomolekuler milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Petugas juga lebih aman dari kemungkinan terpapar COVID-19
Kudus (ANTARA) - Laboratorium Biomolekuler milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah meningkatkan kapasitas pemeriksaan spesimen swab (usap) hingga 400 spesimen per harinya setelah memiliki alat ekstraksi RNA (Ribonucleid Acid) robotic.

"Setelah kami membeli alat ekstraksi RNA robotic tersebut, mulai Sabtu (17/10) sudah bisa dioperasikan dan berhasil meningkatkan kapasitas pemeriksaan spesimen swab," kata Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar di Kudus, Selasa.

Awalnya, kata dia, laboratorium COVID-19 RSUD Kudus itu hanya mampu memeriksa 90-100 spesimen swab per harinya, kemudian setelah tersedia alat baru bisa ditingkatkan menjadi 300 hingga 400 spesimen swab (usap) tenggorokan untuk menguji ada tidaknya penyakit virus corona (COVID-19) per harinya.

Untuk saat ini, lanjut dia, sudah tidak ada lagi antrean pemeriksaan karena spesimen swab yang diterima pagi hari hasilnya bisa diketahui pada siang harinya sehingga tidak harus menunggu sehari lebih.

Baca juga: RSUD Kudus siapkan ruang isolasi untuk pasien terinfeksi virus corona

Baca juga: Penelusuran kontak COVID-19 penyebab lonjakan kasus positif di Kudus


Ia mengakui keberadaan ekstraksi RNA robotic memang mempercepat pemeriksaan sampel swab serta petugas di laboratorium juga tidak perlu terlalu lama memakai alat pelindung diri (APD) karena pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

"Petugas juga lebih aman dari kemungkinan terpapar COVID-19 karena sebagian pekerjannya dikerjakan oleh alat ekstraksi RNA robotic," ujarnya.

Dengan menggunakan alat baru tersebut, kata dia, selain lebih cepat, hasilnya juga lebih akurat.

Selain menerima spesimen swab dari Kudus sendiri, Laboratorium Biomolekuler RSUD Kudus juga menerima spesimen swab dari Kabupaten Rembang.

Keberadaan laboratorium yang pengoperasiannya dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) tersebut, diakui sangat membantu baik untuk pemeriksaan di wilayah Kudus maupun luar Kudus karena dalam waktu relatif cepat sudah bisa diketahui hasilnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, setiap satu pasien bisa menjalani tes swab hingga berulang kali. 

Baca juga: 14 pasien COVID-19 di RSUD Kudus meminta pulang paksa

Baca juga: Enam petugas kesehatan RSUD Loekmono Hadi Kudus jalani karantina

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar