ADN: perlu pendidikan tentang demokrasi yang tepat untuk anak muda

ADN: perlu  pendidikan tentang demokrasi yang tepat untuk anak muda

Tangkapan layar Sekretaris Jenderal Asia Democracy Network (ADN) Ichal Supriadi saat berbicara dalam acara diskusi bertajuk ‘Meneropong Gerakan Pro-Demokrasi di Thailand’ yang digelar secara virtual, pada Selasa (20/10/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Asia Democracy Network (ADN) Ichal Supriadi menganggap perlu pengajaran terkait demokrasi dan penghormatan hak asasi manusia yang tepat dalam pendidikan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada di jenjang sekolah menengah atas (SMA), universitas, serta dari non-sektor dan organisasi non-pemerintah (NGO).

“Mari ajarkan anak muda kita baik yang SMA, kampus, non-sektor, NGO, tentang demokrasi yang betul, atau human rights respect yang betul karena tidak bisa lagi mengandalkan sistem edukasi atau kurikulum yang saat ini dimasukkan ke dalam sekolah-sekolah yang misalkan mengatakan bahwa demokrasi adalah pemberian,” papar Ichal dalam sebuah acara diskusi bertajuk ‘Meneropong Gerakan Pro-Demokrasi di Thailand’ yang digelar secara virtual, pada Selasa.

Pendidikan tersebut dianggap penting karena menurutnya, para generasi muda mencari alternatif pemahaman terkait demokrasi, yang tidak dapat ditemukan di kurikulum pembelajaran yang sudah ada.

Khususnya terkait dengan aksi-aksi demonstrasi yang belakangan ini terjadi di Bangkok, Thailand, dia melihat kemunculan pemikiran untuk mendobrak paradigma generasi lama yang datang terutama dari para anak muda.

“Di sinilah saya lihat pentingnya edukasi, pentingnya memberikan informasi yang betul jadi yang terlihat ini adalah manifestasi atau sesuatu yang sudah dilakukan atau sesuatu yang sudah dilakukan mungkin bertahun-tahun dahulu,” lanjut Ichal, merujuk pada dinamika yang mungkin telah terbentuk dua atau tiga tahun yang lalu saat demokrasi baru mulai dikenal dan dipercayai.

Dia pun mengatakan bahwa membangun pemahaman demokrasi mungkin belum dapat diterapkan kepada seluruh lapisan generasi muda dalam waktu dua hingga tiga tahun, namun hal tersebut dapat menjadi tolak ukur atas pemahaman demokrasi di kalangan tersebut.

Baca juga: Pendidikan politik perlu untuk cegah politik transaksional
Baca juga: UGM-dua universitas Norwegia lakukan riset demokrasi
Baca juga: Pengunjuk rasa pro demokrasi Thailand hadapi pendukung kerajaan


Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bappenas pertimbangkan kearifan lokal dalam Indeks Demokrasi Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar