Hangu, Pakistan (ANTARA News/Reuters) - Sejumlah jet Pakistan menggempur posisi-posisi Taliban, Kamis, menewaskan hampir 50 orang, sebagian besar militan, di sebuah kawasan suku bergolak di wilayah baratlaut, kata beberapa pejabat.

Dua serangan ditujukan pada sebuah sekolah yang digunakan oleh Taliban serta sebuah madrasah di Mamuzai, Orakzai, sebuah daerah etnik Pashtun dimana banyak militan melarikan diri untuk menghindari ofensif militer di kawasan suku sebelah selatan lagi.

"Duapuluh-lima mayat militan telah ditemukan di sekolah itu," kata Asghar Khan, seorang pejabat pemerintah, kepada Reuters melalui telefon dari Kalaya, kota utama Orakzai.

Ia menyatakan bahwa 13 militan tewas di madrasah yang juga terkena gempuran tersebut.

Namun, ia menambahkan, sebuah pusat Tablighi Jamaat, kelompok non-politik non-kekerasan yang mengajarkan Islam dan lokasinya berdekatan, juga terkena serangan tersebut.

"Sepuluh orang tewas di pusat Tablighi," kata pejabat itu.

Belum ada konfirmasi independen mengenai hal itu.

Khan mengatakan, madrasah itu merupakan tempat persembunyian militan yang setia pada Maulvi Toofan, seorang komandan lokal Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), aliansi utama militan Pakistan.

Orakzai dianggap sebagai markas Taliban karena banyak anggota Taliban Pakistan melarikan diri ke wilayah itu setelah ofensif militer menghalau mereka dari Waziristan Selatan.

Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.

Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.

Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan Al-Qaeda dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.

Beberapa analis juga telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu mereka akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur dan kawasan suku lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari Waziristan Selatan.

Pasukan keamanan melakukan operasi besar-besaran terhadap militan muslim di Mohmand dan Bajaur pada Agustus 2008. Pada Februari 2009, militer menyatakan bahwa Bajaur bersih setelah pertempuran sengit berbulan-bulan, namun kerusuhan terus berlangsung.

Menurut militer, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka melancarkan ofensif di Bajaur pada awal Agustus 2008, termasuk komandan operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang berkebangsaan Mesir.

Daerah itu juga dihantam serangan rudal yang hampir mengenai Zawahiri, orang kedua Osama bin Laden, pada Januari 2006.

Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afghanistan.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas pemberontak terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan. (M014/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010