Permintaan desa terhadap program TMMD di Temanggung meningkat

Permintaan desa terhadap program TMMD di Temanggung meningkat

Bupati Temanggung M. Al Khadziq meninjau rehabilitasi rumah tidak layak huni dalam penutupan TMMD ke-109 tahun 2020 di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Permintaan desa terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Temanggung dari tahun ke tahun terus meningkat.

"Hampir semua desa di Kabupaten Temanggung sebanyak 266 desa yang mengantre, tetapi TMMD ke-3 tahun ini keputusannya untuk masyarakat Desa Jlegong, Kecamatan Bejen," kata Bupati Temanggung, M. Al Khadziq di Magelang, Rabu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai penutupan TMMD ke-109 tahun 2020 di Desa Jlegong, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Khadziq menuturkan karena keterbatasan pemerintah daerah dan Kodim sehingga tidak semua permintaan untuk pelaksanaan TMMD bisa dipenuhi semua, tetapi selain TMMD juga ada program bersama TNI, yakni karya bakti.

"Permintaan dari desa untuk meminta dilaksanakan TMMD setiap tahun terus meningkat, maka beruntunglah masyarakat Jlegong yang hari ini bersama-sama TNI membangun dalam kegiatan TMMD," katanya.

Baca juga: TMMD Kota Magelang buat saluran irigasi

Ia menyampaikan memang problem infrastruktur masih lumayan di Kabupaten Temanggung, terutama jalan penghubung antardesa belum memadai.

"Begitu cintanya masyarakat kepada TNI mereka berharap TNI bisa membantu dengan program TMMD untuk membangun, khususnya untuk memperpendek jalur antardesa," katanya.

Dandim 0706/Temanggung Letkol CZI Kurniawan Hartanto mengatakan TMMD ke-109 tahun anggaran 2020 berlangsung selama 30 hari pada 22 September-21 Oktober 2020, berlokasi di Dusun Sabrang, Desa Jlegong, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Baca juga: Betonisasi jalan berhasil diwujudkan dalam TMMD di Boyolali-Jateng

Ia menyebutkan sasaran fisik dalam TMMD kali ini, antara lain betoniasi jalan sepanjang 1.100 meter, lebar 3 meter, tinggi 0,15 meter, kemudian pembangunan senderan panjang 107 meter dengan volume 228,95 meter kubik, serta rehabilitasi satu rumah tidak layak huni.

Kemudian sasaran nonfisik, antara lain pengetahuan tentang COVID-19, pemberian dana pendidikan untuk siswa SD, SMP dan SMA, sosialisasi bela negara, sosialisasi dan pengelolaan sampah, layanan KB dan kesehatan, sosialisasi UU lalu lintas dan kenakalan remaja, dan sosialisasi penyalahgunaan dan bahaya narkotika.

Ia menyebutkan total anggaran dalam TMMD ini sebanyak Rp739 juta, yakni bersumber dari APBD Provinsi Jateng Rp239 juta dan APBD Kabupaten Temanggung Rp500 juta.

Baca juga: Bunga tangan, cara masyarakat Jatimulya Tegal berterima kasih atas TMMD
Baca juga: Atasi krisis air bersih Satgas TMMD Tegal siapkan tangki air

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemkab Temanggung latih penyandang disabilitas dalam mitigasi bencana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar