Tinggi air Citarum mulai naik, BPBD minta warga Bandung siaga banjir

Tinggi air Citarum mulai naik, BPBD minta warga Bandung siaga banjir

Ilustrasi - Banjir merendam kawasan Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada tahun 2019 lalu. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

kita harus cepat melakukan kewaspadaan
Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung meminta warga untuk bersiaga mengingat tinggi muka air (TMA) di Sungai Citarum yang mulai naik akibat intensitas hujan yang meningkat.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung, Hendra Hidayat mengatakan hujan dengan intensitas tinggi sangat memungkinkan meningkatkan permukaan air Sungai Citarum hingga menyebabkan luapan air ke pemukiman seperti yang biasa terjadi.

"Di lingkungan sekitar masyarakat bisa selalu melakukan pembersihan, terus melakukan antisipasi kalau memang mungkin ada potensi sumbatan air sungai," kata Hendra saat dihubungi di Bandung, Rabu.

Pada Selasa (20/10), hujan di wilayah Bandung Raya terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Hujan di berbagai wilayah itu mengalirkan air hingga bermuara di Sungai Citarum.

Baca juga: 81.088 warga terdampak banjir di Kabupaten Bandung

Pada saat itu, pihak BPBD mencatat TMA Sungai Citarum di kawasan Dayeuhkolot itu mencapai setinggi lima meter. Namun hingga Rabu pagi, belum ada laporan genangan banjir yang cukup berarti.

Meski begitu, Hendra mengingatkan masyarakat harus tetap berwaspada dan bersiap siaga sepanjang waktu karena hujan saat ini bisa turun kapan saja dengan potensi intensitas yang tinggi.

"Kalau saya lebih cenderung mengingatkan, berapapun TMA-nya, kita harus cepat melakukan kewaspadaan di masyarakat," katanya.

Baca juga: 21.000 lebih rumah warga tergenang akibat banjir di Kabupaten Bandung

Menurutnya ada tujuh wilayah yang ia minta untuk bersiaga menghadapi banjir langganan tersebut. Di antaranya wilayah Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Solokan Jeruk, Rancaekek, Majalaya, dan Banjaran.

Selain banjir genangan, ia juga meminta warga secara umum mewaspadai adanya banjir bandang. Maka dari itu ia berkoordinasi dengan masyarakat yang bermukim di kawasan hulu untuk melaporkan apabila ada tanda-tanda yang memungkinkan terjadinya banjir bandang.

"Kalau ada informasi manual, dari para komunitas pegiat kebencanaan di hulu, misalnya informasi deras hujan tinggi, maka di hilir kami segera lakukan antisipasi," kata dia.

Baca juga: Pengungsi banjir Kabupaten Bandung akan jalani tes cepat corona
Baca juga: Banjir landa tujuh kecamatan di Kabupaten Bandung

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pohon tumbang, jalur Jember - Surabaya macet 

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar