Pimpinan BRI Putussibau meninggal, pemakaman secara protokol kesehatan

Pimpinan BRI Putussibau meninggal, pemakaman secara protokol kesehatan

Penyemprotan cairan disinfektan di Desa Suka Maju, Kecamatan Putussibau Selatan, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, setelah ada sati warga yang dinyatakan positif COVID - 19 (ANTARA/HO)

Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Pemimpin Cabang BRI Putussibau, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat berinisial SU (53) meninggal dunia, meskipun belum keluar hasil swab dari laboratorium, namun yang bersangkutan dimakamkan secara khusus sesuai protokol kesehatan, di pemakaman khusus di wilayah Kecamatan Putussibau Selatan daerah setempat.
 
"Pasien memiliki riwayat perjalanan dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sekitar satu bulan yang lalu, dengan hasil diagnosa kasus probable COVID-19, sehingga penanganan jenazah secara khusus dan dimakamkan sesuai protokol kesehatan," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Nazaruddin, melalui keterangan resminya, di Putussibau, ibu kota Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis.
 
Nazaruddin menjelaskan, pasien datang ke instalasi gawat darurat (IGD) pada 18 Oktober 2020 sekitar pukul 06.00 WIB, dengan keluhan merasa lemas sejak seminggu yang lalu disertai tidak ada nafsu makan. Pasien menyampaikan bahwa tidak mengalami demam dan batuk pilek serta belum merasakan sesak napas, selanjutnya dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif.
 
Menurut dia, kepada yang bersangkutan sudah dilakukan swab test, dan sampel swab juga sudah dikirim ke Laboratorium Untan Pontianak untuk dilakukan pemeriksan RT-PCR, namun hasilnya belum keluar.
 
"Pasien itu memiliki kadar oksigen dalam darah (saturasi) 77 persen yang seharusnya sesuai standar berkisar 95 hingga 100 persen dan diagnosa kasus probable COVID-19," ujar Nazaruddin.
 
Nazaruddin menjelaskan pasien dikatakan sebagai kasus probable COVID-19, karena diyakini sebagai suspek dengan ISPA berat atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
Baca juga: Dinkes: Semua daerah Kalbar berada di zona kuning COVID-19
 
 
Disampaikan Nazaruddin, pasien tersebut juga sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Diponegoro Putussibau selama tiga hari, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ade Mohammad Djoen Sintang, namun dalam perjalanan meninggal dunia sekitar pukul 00.50 WIB, Rabu (21/10) dini hari.
 
Sehingga berdasarkan pertimbangan, kata Nazaruddin, bahwa hasil rapid test reaktif dan kasus probable COVID-19, maka penanganan dan pemakaman jenazah dilakukan sesuai standar protokol kesehatan.
 
"Yang bersangkutan sudah dimakamkan di pemakaman khusus sekitar pukul 10.00 WIB Rabu (21/10) tadi pagi," ujar Nazaruddin.
 
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Sementara (Pjs) Pemimpin Cabang BRI Putussibau Faisal mengatakan pihaknya belum mendapatkan keterangan dari pihak rumah sakit terkait meninggalnya Pemimpin Cabang BRI Putussibau itu.
 
"Maaf, kami belum mendapatkan keterangan dari rumah sakit terkait meninggalnya pemimpin cabang kami," kata Faisal singkat.
 
Terkait pelayanan di BRI Putussibau, Faisal menjelaskan bahwa sesuai dengan petunjuk kanwil, pelayanan masih tetap dibuka, dan akan dikonsultasikan kembali dengan kanwil.
Baca juga: Perawat meninggal karena COVID-19, RS Untan ditutup sementara
Baca juga: Warga sembuh dari COVID-19 di Kalbar mencapai 86,03 persen

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar