Temanggung siapkan Program Sabuk Gunung untuk konservasi lahan kritis

Temanggung siapkan Program Sabuk Gunung untuk konservasi lahan kritis

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono. (ANTARA/Heru Suyitno)

Kegiatan ini untuk pelestarian alam, menghidupkan mata air yang telah kering
Temanggung (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyiapkan Program Sabuk Gunung untuk konservasi lahan kritis di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro dan Gunung Prahu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung, Entargo Yutri Wardono di Temanggung, Kamis, mengatakan Program Sabuk Gunung rencananya dilakukan tahun 2021 melalui gerakan masyarakat.

Baca juga: Permintaan desa terhadap program TMMD di Temanggung meningkat

"Kegiatan ini dalam rangka pelestarian alam, menghidupkan sejumlah mata air yang telah kering di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prahu, sehingga merupakan program jangka panjang agar hasilnya juga bisa dinikmati anak cucu," katanya.

Menurut dia untuk menjalankan program tersebut Pemkab Temanggung akan menggelontorkan dana sekitar Rp9 miliar dari APBD.

Baca juga: Pegawai positif corona, Dindukcapil Temanggung tunda perekaman KTP-el

Ia menyampaikan saat ini tim sudah mulai bergerak dengan melakukan sosialisasi dan edukasi, termasuk pendekatan budaya kepada masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan tiga gunung tersebut.

Selanjutnya akan dilakukan penghijauan menggunakan tanaman keras, atau tanaman buah-buhan yang memiliki nilai ekonomi sehingga masyarakat mendapat penghasilan tambahan.

Baca juga: Anggota dewan positif COVID-19 Gedung DPRD Temanggung tutup sementara

Ia mencontohkan salah satu tanaman yang akan ditanam adalah macadamia. Kelebihan tanaman ini selain untuk konservasi juga bijinya seperti kacang almond harganya bisa mencapai Rp70.000 per kilogram.

Entargo menuturkan dalam program tersebut nantinya di setiap kecamatan ada satu desa binaan yang akan mejadi percontohan bagi desa-desa lain.

Ia menyebutkan konservasi di lahan yang membentang di tiga gunung tersebut melingkupi 12 kecamatan, antara lain Selopampang, Tembarak, Tlogomulyo, Bulu, Bansari, Ngadirejo, Wonoboyo dan Tretep. 

Baca juga: Harga kopi Temanggung bertahan di tengah pandemi

Baca juga: Pakar: Pencegahan banjir bisa dilakukan dengan cara sederhana

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Taman Lahan Basah Nasional Waduk Guanting di China resmi dibuka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar