Produsen bahan bangunan IMPC raup laba Rp57 miliar di kuartal III

Produsen bahan bangunan IMPC raup laba Rp57 miliar di kuartal III

Pegawai pabrik PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tengah memproduksi bahan bangunan. ANTARA/HO-IMPC

Kami juga diberi rating idA– dengan outlook “stabil”dari Pefindo saat review pemeringkatan tahunan obligasi di September 2020 lalu
Jakarta (ANTARA) - Emiten produsen dan distributor bahan bangunan dan barang plastik PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) meraup laba bersih Rp57 miliar pada kuartal III 2020 atau tumbuh 147,8 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu Rp23 miliar.

"Kami bersyukur karena perusahaan dapat mencatat kinerja positif di tengah situasi pandemi ini dan kuartal III 2020 dapat kami lewati dengan baik dengan mencatatkan penjualan yang meningkat," kata Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk Haryanto Tjiptodihardjo dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

IMPC membukukan penjualan Rp465 miliar pada kuartal III 2020, naik 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Haryanto menuturkan, kondisi keuangan sejauh ini juga masih relatif baik, di mana posisi kas konsolidasi per akhir September ada di Rp286 miliar.

"Kami juga diberi rating idA– dengan outlook “stabil”dari Pefindo saat review pemeringkatan tahunan obligasi di September 2020 lalu," ujarnya.

Perseroan juga akan membagikan deviden interim sebesar Rp10 per saham pada November ini dan telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris perseroan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2020, perseroan tidak membagikan deviden untuk menjaga neraca kekuatan modal dan arus kas saat itu.

Ia menambahkan, beberapa terobosan baru yang dilakukan perseroan sampai September tahun ini adalah meluncurkan dua produk varian baru yaitu Ecolite, atap Pet ramah lingkungan yang terbuat dari recycle Pet botol dan Aquatuff, pelapis water proofing untuk atap dak atau dinding.

"Semoga dengan segala terobosan dan kerja keras ini, perseroan dapat memenuhi target penjualan kuartal IV 2020 minimal sama dengan kuartal III 2020, dimana pada umumnya kuartal IV adalah periode penjualan tertinggi perseroan," kata Haryanto.

Baca juga: BEI sebut 78 persen emiten bukukan laba bersih

Baca juga: Emiten perkebunan DSNG akan ekspor cangkang sawit ke Jepang

Baca juga: Dapat kontrak baru Rp3,2 triliun, saham Waskita Karya naik 38 persen


 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar