600 ribu "flocked swab" HS-19 disumbangkan UI ke RS di DKI dan Jabar

600 ribu "flocked swab" HS-19 disumbangkan UI ke RS di DKI dan Jabar

Sekretaris Universitas Indonesia dr Agustin Kusumayati ketika menyerahkan bantuan "flocked swab" HS-19 untuk Dinkes Jabar,​ di Depok, Kamis (22/10/2020).​​​​​ (FOTO ANTARA/HO-Humas UI)

Kandungan komponen "flocked swab" HS-19 ini 100 persen produk lokal Indonesia
Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) menyerahkan bantuan sebanyak 600.000 unit "flocked swab" HS-19 produk inovasi dari sivitas akademika UI berupa alat pengambil spesimen COVID-19, kepada sejumlah rumah sakit (RS) jaringan UI serta Dinas Kesehatan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dalam keterangan di Depok, Kamis, mengapresiasi kerja keras para ahli dan peneliti di UI di dalam mengembangkan produk inovatif serta tepat guna di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

"Kami mengucapkan terima kasih atas upaya akademisi UI dalam mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan dan masalah yang tengah melanda Indonesia saat ini. Kami juga mengapresiasi kolaborasi dan dukungan mitra industri di dalam hilirisasi produk. HS-19 menjadi salah satu bukti nyata kemandirian produk kesehatan dalam negeri karya anak bangsa," katanya.

"Flocked swab" HS-19 merupakan karya inovatif dari konsorsium UI yang terdiri atas para ahli dan peneliti dari Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) Fakultas Teknik (FT) UI, peneliti dari Fakultas Kedokteran (FKUI), dan berkolaborasi dengan para mitra industri.

"Kandungan komponen 'flocked swab' HS-19 ini 100 persen produk lokal Indonesia," katanya.

Dijelaskannya bahwa "flocked swab" HS-19 merupakan alat pengumpul spesimen yang dipakai saat melakukan tes polymerase chain reaction (PCR).

Hingga saat ini, tes usap (swab) menjadi standar diagnostik COVID-19 yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia  (WHO), dikarenakan tingkat reliabilitas yang jauh lebih tinggi dibanding metode lainnya.

Tes usap menggunakan mesin PCR, kata Ari Kuncoro, mutlak membutuhkan "flocked swab"  produk pengumpul spesimen. Hingga saat ini "flocked swab" masih sangat langka di Indonesia dan hanya bisa didapatkan melalui impor.

Sekretaris UI dr. Agustin Kusumayati menambahkan sejak pertama diluncurkan di Mei 2020, HS-19 telah melalui berbagai perbaikan, baik dari sisi produksi maupun penyempurnaan proses kerja.

Baca juga: UI serahkan bantuan ventilator COVENT-20 ke BNPB

Baca juga: UI ciptakan bilik swab test COVID-19 yang aman bagi tenaga kesehatan

Baca juga: UI serahkan ventilator COVENT-20 ke RSCM


Ia mengatakan perbaikan-perbaikan ini kami lakukan berdasarkan masukan-masukan yang kami himpun dari berbagai pihak. Produk ini menjadi bukti karya anak bangsa melalui kampus UI tercinta dan kolaborasi dengan berbagai industri, mampu menghasilkan alat pendukung kesehatan dalam negeri.”

"Flocked swab made in Indonesia HS-19 ini telah diproduksi setelah melalui tahapan riset dan pengujian dari Laboratorium Mikrobiologi FKUI, untuk memastikan produk telah aman digunakan bagi tenaga kesehatan maupun pasien," katanya.

FTUI juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung yang berada di Gedung Integrated Creative Engineering Learning Lab (i-CELL) untuk mempercepat proses purwarupa dan pengujian produk "swab stick" untuk komersialisasi.

Dekan FKUI, Prof. Ari Fahrial mengatakan UI terus membangun iklim kolaborasi dalam pengembangan riset dan inovasi terutama di bidang alat-alat kesehatan. Kerja luar biasa para pihak yang terlibat dalam konsorsium baik dari internal UI maupun dari eksternal UI, membuktikan bahwa riset pengembangan produk berbasis keilmuan dan multidisiplin akan menghasilkan karya terbaik serta berkesinambungan untuk NKRI.

Selain memperoleh bantuan dari Konsorsium, pengembangan produk HS-19 juga didanai oleh hibah Program Pendanaan Perancangan dan Pengembangan Purwarupa (P5) dari Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI (DISTP UI), serta donasi dari berbagai pihak sebagai perwujudan semangat pentahelix dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Langkah selanjutnya, DISTP UI akan mulai mempersiapkan versi komersial yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Baca juga: Akademisi UI jelaskan alasan COVID-19 Indonesia belum terkendali

Baca juga: Ribuan botol penyanitasi tangan disalurkan UI untuk organisasi perawat

Baca juga: RSUI berikan pelayanan optimal bagi penanganan COVID-19

Baca juga: Epidemiolog UI: PSBB harus dipertahankan

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Keterisian ruang isolasi COVID-19 di Bodebek & Bandung Raya capai 80%

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar