Ini empat kiat pesepeda di Ibu Kota agar tak dijambret

Ini empat kiat pesepeda di Ibu Kota agar tak dijambret

Pesepeda melintas pada malam hari di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (5/9/2020). Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau warga yang bersepeda pada malam hari di jalan raya agar menambahkan lampu dan mengenakan pakaian yang memantulkan cahaya sebagai penanda untuk meningkatkan keamanan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Pertama, hindari menaruh barang berharga di lokasi-lokasi yang mencolok
Jakarta (ANTARA) - Ketua Komunitas 'Brompton Owners Group Kelapa Gading dan Sekitarnya' (Bogas) Chriswanto menyampaikan sedikitnya empat kiat bagi pesepeda di ruas-ruas jalan utama Ibu Kota agar tak jadi korban penjambretan.

"Pertama, hindari menaruh barang berharga di lokasi-lokasi yang mencolok. Seperti meletakkan ponsel (telepon seluler) di setang sepeda, di belakang baju dan bawa tas selempang yang longgar. Itu sebisa mungkin dihindari," ujar Chriswanto saat dihubungi, di Jakarta, Kamis.

Hal itu dilakukan agar pesepeda tidak terlihat mencolok dan menarik perhatian penjambret sehingga pesepeda dapat aman saat mengayuh pedal sepedanya di jalan Ibu Kota.

Kiat kedua, adalah bersepeda bersama komunitas atau beriringan dengan kelompok. Hal itu perlu dilakukan karena hingga saat ini penjambret spesialis pesepeda melancarkan aksinya saat pesepeda tidak ditemani orang lain atau sendirian.

Selanjutnya dan tips yang paling penting adalah selalu gunakan alat pelindung diri seperti helm saat bersepeda.

"Perhatian kita adalah bukan cuma kehilangan barang berharga tapi juga pesepeda umumnya jatuh (kalau terjadi jambret). Nah saat pesepeda itu jatuh dan cedera, materiil mungkin tidak terlalu besar, tapi justru kita rugi karena jatuh dan cedera. Ini harus kita antisipasi. Makanya helm itu penting, untuk antisipasi benturan di kepala," ujar Chris.

Kiat terakhir yang dapat dilakukan pesepeda agar aman saat bersepeda di Jakarta adalah istirahat di trotoar.

"Istirahatnya jangan di badan jalan, karena itu rentan sekali penjambret melancarkan aksinya. Jambret itu melancarkan aksinya naik motor. Kalau di badan jalan otomatis dia bisa sedikit berhenti dan merebut barang berharga kita, saat istirahat di badan jalan. Jadi pastikan di trotoar sehingga memperkecil potensi penjambretan," ujar Chriswanto.

Beberapa pekan terakhir di Ibu Kota, marak penjambretan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab kepada para pesepeda.

Kejadian terbaru terjadi pada Selasa (20/10) pagi di kawasan Bundaran HI dan dialami oleh pesepeda berinisial TL.

Gawai pintar milik TL sempat direnggut oleh penjambret di kawasan Menteng itu, beruntung TL dapat mempertahankan telepon genggamnya.

Polsek Metro Menteng pun kini tengah memburu dua orang pelaku yang menyebabkan TL mengalami luka di bagian paha saat mempertahankan barang berharganya itu.

Baca juga: Ini kiat dari polisi agar pesepeda aman dari jambret
Baca juga: Polsek Menteng buru lagi spesialis jambret pesepeda di Bundaran HI


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anies Baswedan : semua kebijakan berbasis data dan transparan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar