DP3A Makassar lansir 467 kasus kekerasan pada 2020

DP3A Makassar lansir 467 kasus kekerasan pada 2020

Ilustrasi kekerasan pada anak (Ist)

Makassar (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar melansir sebanyak 467 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak serpanjang Januari - Oktober 2020.

"Data ini merupakan hasil rangkuman sepanjang 2020," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPPA Kota Makassar Tenri A Palallo di Makassar, Kamis.

Menurut dia, DP3A banyak menangani kasus eksploitasi anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) khususnya yang menimpa perempuan dan anak.

Baca juga: KPPPA ajak keluarga bentengi anak dari hoaks

Tenri mengatakan terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu terjadinya kekerasan salah satunya akibat stress yang dialami terlebih saat ini berada dalam kondisi yang sulit akibat pandemi COVID-19 masih berlangsung.

"Jadi selain kondisi akibat faktor ekonomi di lingkungan keluarga, juga dipicu dampak pandemi COVID-19," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Tenri, guna menekan kasus tersebut, jauh sebelumnya pihaknya telah membangun shelter warga berbasis RT/RW pada setiap kecamatan.

Dengan adanya posko itu, dapat memudahkan warga mengadukan langsung apabila mendengar atau melihat ada dugaan kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan segera ditangani.

Baca juga: KPPPA minta orang tua maksimalkan pengasuhan anak di era digital

Baca juga: Sulteng jadi jalur transit perdagangan orang

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pascabencana, 14 kasus pernikahan dini di kamp pengungsian Pasigala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar