Saham Jerman terus melemah dengan indeks DAX 30 terpangkas 0,12 persen

Saham Jerman terus melemah dengan indeks DAX 30 terpangkas 0,12 persen

Indeks DAX. ANTARA/Reuters

SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 292,58 juta euro
Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Jerman terus melemah pada penutupan perdagangan Kamis (22/10/2020), memperpanjang penurunan untuk hari keempat berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas lagi 0,12 persen atau 14,58 poin, menjadi menetap di 12.543,06 poin. Indeks DAX 30 jatuh 1,41 persen atau 179,31 poin menjadi 12.557,64 poin pada Rabu (21/10/2020), setelah merosot 0,92 persen atau 117,71 poin menjadi 12.736,95 poin pada Selasa (20/10/2020), dan melemah 0,42 persen atau 54,33 poin menjadi 12.854,66 poin pada Senin (19/10/2020).

Baca juga: Saham Inggris "rebound", indeks FTSE 100 ditutup bangkit 0,16 persen

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, sebanyak 17 saham mengalami kerugian dan 13 saham lainnya berhasil mencatat keuntungan.

Perusahaan jasa pengiriman makanan daring multinasional Eropa, Delivery Hero, kehilangan 2,14 persen, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips.

Diikuti oleh saham perusahaan produsen semikonduktor Infineon Technologies dan kelompok perusahaan energi listrik Jerman RWE, yang masing-masing kehilangan 1,37 persen dan 1,30 persen.

Sementara itu, perusahaan produsen pakaian dan peralatan olahraga Adidas terangkat 2,77 persen, menjadi pencetak keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham perusahaan produsen mesin pesawat terbang MTU Aero dan perusahaan farmasi Merck, yang masing-masing menguat 2,39 persen dan 2,32 persen.

SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 292,58 juta euro (345,86 juta dolar AS).

Baca juga: Saham Prancis turun tipis dengan indeks CAC 40 tergerus 0,05 persen
Baca juga: Wall Street dibuka sedikit menguat setelah rilis data pengangguran AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar