KPEN apresiasi penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Jabar

KPEN apresiasi penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Jabar

Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menemui Ketua Komite Pemulihan EKonomi Nasional (KPEN) Budi Gunadi Sadikin di MINd ID Energi Building, Jl. Jend Sudirman, Jakarta Selatan. (Dok Humas Pemprov Jabar)

Pemulihan sektor kesehatan menjadi prioritas karena menjadi tolok ukur dalam keberhasilan pemulihan ekonomi daerah. Jabar sudah lebih maju dengan membentuk KPED dan langkah-langkah yang telah dilakukan sudah sangat responsif terhadap program KPEN.
Bandung (ANTARA) - Komite Pemulihan EKonomi Nasional (KPEN) mengapresiasi gerak cepat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

Ketua Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (KPEN) Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers Biro Humas Provinsi Jabar, Jumat, mengatakan KPEN menilai bahwa Pemda Provinsi Jabar telah bekerja mengendalikan pandemi COVID-19 dengan baik.

"Pemulihan sektor kesehatan menjadi prioritas karena menjadi tolok ukur dalam keberhasilan pemulihan ekonomi daerah. Jabar sudah lebih maju dengan membentuk KPED dan langkah-langkah yang telah dilakukan sudah sangat responsif terhadap program KPEN," ujar Budi.

Baca juga: MPR: Peta jalan vaksinasi dan pemulihan ekonomi harus selaras

Budi yang juga Wakil Menteri BUMN ini pun berharap keberadaan KPED Jabar dapat lebih memudahkan hubungan koordinasi dalam penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi yang dijalankan.

"Dengan adanya KPED hubungan koordinasi pemulihan daerah di Jawa Barat bisa lebih terukur dan tervalidasi. Ini akan sangat membantu dalam pemulihan ekonomi di Jabar karena akan bisa mendorong percepatan program PEN di daerah," ujar Budi.

Dalam pemulihan ekonomi, KPEN menilai Pemda Provinsi Jabar banyak mengambil inisiatif dalam pengelolaan dan pemuktahiran data masyarakat terdampak krisis ekonomi dan pandemi COVID-19.

"Kami di PEN pusat membuka akses informasi yang luas bagi KPED Jabar dalam rangka percepatan program PEN di Jabar. Mari kita bersama-sama menyukseskan pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat COVID-19 ini," kata Budi.

Baca juga: Sri Mulyani: Maksimalkan penggunaan APBN untuk respons dampak pandemi

KPEN, lanjut Budi, sangat berharap KPED Jabar bisa memberi masukan program pemulihan ekonomi di daerah di masa mendatang.

KPED lebih mengetahui kondisi nyata di daerah sehingga bisa merumuskan solusi terhadap masalah di lapangan dan memberikan usulan pada KPEN pusat program-program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Kami juga minta KPED Jabar turut menyosialisasikan program-program KPEN ke daerah sehingga masyarakat bisa turut terlibat dan merasakan langsung program pemerintah dalam penanganan COVID-19 ini.

Saat ini, langkah prioritas kami adalah mempercepat pencairan bantuan pemulihan ekonomi melalui penyaluran bantuan sosial serta upaya membuka penciptaan lapangan kerja melalui program ketahanan pangan, UMKM, dan program berbasis padat karya. Saya berharap masyarakat Jabar merasakan manfaat program ini,” katanya.

Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp679 triliun dana Pemulihan Ekonomi Nasional

Menanggapi berbagai harapan tersebut, Ketua Harian KPED Jabar Ipong Witono menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung program KPEN dalam menyosialisasikan berbagai program pemulihan ekonomi.

"Dalam pertemuan tersebut, kami juga sampaikan berbagai langkah yang telah diambil Pemda Provinsi Jabar dan program-program yang telah disusun KPED Jabar. Banyak irisan program dan kita optimis ekonomi di Jabar akan bisa segera pulih," ujar Ipong.



 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KSAD prioritaskan penanganan COVID-19 di lima provinsi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar