Teten Masduki sebut koperasi di NTT terbaik di Indonesia

Teten Masduki  sebut koperasi di NTT terbaik di Indonesia

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) didampingi Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodat melihat hasil kerajinan tangan pelaku UMKM di Kantor Dekranasda NTT, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, NTT, Jumat (23/10/2020). Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM ke NTT dalamrangka mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi koperasi dan UKM di Provinsi itu.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Secara nasional koperasi di NTT ini terbaik se-Indonesia karena memang 50 persen masyarakatnya sudah bergabung
Kupang (ANTARA) - Menteri Koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan bahwa perkembangan koperasi di NTT terbaik di Indonesia dan harus dipertahankan.

"Secara nasional koperasi di NTT ini terbaik se-Indonesia karena memang 50 persen masyarakatnya sudah bergabung," katanya saat berdialog dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kantor Dekranasda NTT, Jumat.

Ia mengatakan bahwa secara nasional baru delapan persen penduduk di Indonesia yang bergabung menjadi anggota koperasi dan ini sangat kecil sekali dibandingkan dengan NTT.

Teten mengakui bahwa banyak koperasi besar yang berkembang di NTT, beberapa di antaranya Koperasi Obor Mas, Koperasi Swastisari, Koperasi Pintu Air serta beberapa koperasi besar lainnya yang menurut dia berkembang dengan sangat bagus.

"Banyak sekali koperasi di NTT yang berkembang, Obor Mas sendiri sudah menjadi penyalur KUR dan subsidi juga. Bunganya kami yang bayarkan," tambah Teten.

Oleh karena itu ujar dia, NTT tidak perlu lagi memikirkan bisnis baru untuk peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, cukup koperasi sebagai konsolidatornya.

Sebab menurut dia kemampuan koperasi bisa sebagai off taker dari pada produk-produk UMKM dan pertanian yang ada di NTT seperti misalnya jika belum ada marketnya koperasi bisa terlebih dahulu menyerapnya kemudian disimpan baru dicarikan pasar atau marketnya.

"Sehingga nantinya koperasinya yang memasarkan ke market. Jangan orang perorangannya. Biar yang lakukan negosiasi, tawar menawar dengan pembeli itu koperasinya," tutur dia.

Dengan demikian, lanjutnya petani, perajin bisa konsentrasi  untuk membuat barang yang bagus kemudian menghasilkan panenan yang banyak sehingga pemasukan juga bisa tetap stabil.

Di beberapa negara maju, kata dia keberadaan koperasi tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga menyerap hasil karya masyarakat untuk diolah kemudian dipasarkan.

"Dan pasarnya itu bisa diekspor, kemudian juga bisa konsumsi dalam negeri," tambah dia.

Menteri Koperasi dan UKM melaksanakan kunjungan kerja di NTT selama dua hari, di hari pertama, Jumat (24/10) meninjau kantor Dekranasda NTT dan berdialog dengan para pelaku UMKM kemudian berkunjung ke Kelompok Sesama Bersatu Sikumana binaan Koperasi Tanaoba Lais Manekat.

DI hari keduanya yakni pada Sabtu (24/10) Menteri Teten Masduki dijadwalkan terbang ke Bandara Frans Seda Maumere dan melakukan sejumlah rangkain acara di Kantor KSP Kodpit Obor Mas dan beranjangsana ke kelompok masyarakat dampingan koperasi Obor Mas.

Saat berada di Maumere juga Menteri Koperasi dan UKM juga akan yang sangat penting saat berada di Kantor Kopdit Obor Mas yakni menyaksikan penayangan profil Digitalisasi Kopdit Obor Mas.



Baca juga: Menkop ingin percepat pusat UMKM Indonesia di Bali

Baca juga: Menteri Teten ajak petani kopi terdampak pandemi bentuk koperasi

Baca juga: Menkop: Perkuat rantai pasokan guna tingkatkan industri di Lampung

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkop dorong pelaku koperasi melek digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar