IPB: Sumur Resapan Biber solusi pengelolaan plastik non-ekonomis

IPB: Sumur Resapan Biber solusi pengelolaan plastik non-ekonomis

Peneliti sumur resapan bijak berplastik dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University Dr Nana Mulyana berbicara dalam webinar, Bogor, Jumat (23/10/2020). (Humas IPB University)

salah satu pelopor Green Campus di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - IPB University menyebutkan inovasi Sumur Resapan Bijak berplastik (Biber) hasil kolaborasi kampus tersebut dengan Danone AQUA dan PT Oriplus secara resmi diluncurkan untuk menjadi solusi bagi pengelolaan sampah plastik non-ekonomis.

“Sumur bijak berplastik yang dikembangkan IPB University dan Danone ini betul-betul menjawab tiga isu. Saya pikir ini akan menjadi menarik untuk diterapkan dan dilaksanakan secara masif,” kata peneliti dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University Dr Nana Mulyana, yang menciptakan karya inovatif sumur resapan Biber tersebut, melalui siaran pers yang diterima ANTARA, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan plastik non ekonomis atau jenis plastik dengan nilai ekonomi rendah seperti kresek hitam, alumunium sachet, diapers serta alumunium foil masih menjadi tantangan bagi pengelolaan sampah di Indonesia, karena jenis plastik tersebut tidak memiliki banyak pilihan jalur daur ulang sehingga akhirnya dibiarkan menumpuk menjadi pencemar lingkungan.

Inovasi sumur resapan yang bahan utamanya berasal dari plastik non ekonomis tersebut dinilai dapat mengurangi risiko banjir, sehingga sumur resapan Biber tersebut diharapkan dapat mencegah air hujan menjadi run off serta bermanfaat sebagai alat konstruksi sumur untuk menampung cadangan air tanah sekaligus solusi penanganan plastik non ekonomis.

Baca juga: Pakar IPB University: Tanaman C4 berpeluang sukses ketahanan pangan

Baca juga: Guru Besar IPB bahas tantangan tata kelola hutan


Rektor IPB University Prof Arif Satria mengatakan sumur resapan Biber karya dari peneliti IPB University itu diharapkan dapat diimplementasikan di berbagai kota di Indonesia, terutama saat sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan, sementara risiko banjir juga diperkirakan akan meningkat.

Peluncuran sumur resapan Biber tersebut digelar untuk memperkenalkan sumur resapan sebagai langkah untuk melakukan konservasi air dan pengelolaan sampah plastik non ekonomis, serta untuk menginspirasi publik agar membuat kolaborasi solutif guna menyelesaikan permasalahan lingkungan di Indonesia.

Peluncuran tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi pemerintah daerah untuk menjadikan sumur tersebut sebagai alat konservasi terutama di daerah urban.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr Bambang Hendroyono juga mengatakan dalam sambutannya bahwa masalah lingkungan hidup merupakan masalah bersama sehingga perlu sinergi dari semua stakeholder.

"IPB University telah dikenal sebagai salah satu pelopor Green Campus di Indonesia dan memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem lingkungan di sekitar kampus bahkan di lingkungan luar kampus," katanya.

"Salah satu langkah nyata IPB University dalam pengabdian kepada masyarakat adalah sumur resapan Biber ini yang dapat dijadikan sebagai bentuk penguatan barang ekonomi yang tepat guna sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam,” kata dia lebih lanjut.

Sementara itu, Pemerintah daerah menyambut gembira atas peresmian inovasi sumur Biber tersebut karena menjadi jawaban terhadap masalah banjir, ekonomi, dan pengelolaan sampah yang buruk.

Wakil Bupati Bogor Iwan Seriawan mengatakan dirinya berharap sumur resapan Biber tersebut dapat diaplikasikan pada beberapa titik wilayah yang rawan banjir dan kekurangan cadangan air bersih serta dapat membangun budaya daur ulang di masyarakat.

"Dengan adanya program inovasi ini mudah-mudahan bisa bermanfaat secara optimal untuk mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Bogor,” kata Iwan.

Adapun Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh mengatakan bahwa setiap tahun Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik. Sembilan persennya termasuk sampah non ekonomis yang berakhir di sungai.

Untuk itu, ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mengembangkan solusi yang inovatif agar menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Sejalan dengan visi Danone, yaitu One Planet One Health, ia percaya bahwa kesehatan manusia akan hadir dari lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari gerakan Bijak Berplastik yang telah diiniasi sejak 2018, kolaborasi dengan IPB University dan PT Oriplus dapat menjawab tantangan berat tersebut. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat melangsungkan upaya konservasi air.

Galuh mengatakan bahwa pada tahap pertama, sumur resapan Biber tersebut akan dikirimkan ke KLHK sebanyak 10 buah, Pemprov DKI Jakarta sebanyak lima buah, Pemprov Jawa Barat sebanyak lima buah, Istana Bogor sebanyak lima buah, Istana Cipanas sebanyak lima buah, Pemerintah Kabupaten Bogor tiga buah, Pemerintah Kota Bogor tiga buah serta IPB University sebanyak tiga buah.

“Tidak berhenti di situ, tentunya sebagai salah satu kolaborator dalam inisiatif sumur resapan bijak berplastik ini, Danone AQUA juga berkomitmen untuk terus menggunakan juga sumur resapan bijak berplastik yang sama pada 26 pabrik danone di Indonesia mulai tahun 2021-2025,” katanya.

Inovasi tersebut dapat dijadikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut turut serta dalam pelaksanaannya jika diinisiasi terlebih dulu oleh Pemerintah Pusat serta Daerah agar diketahui oleh masyarakat luas sebagai solusi permasalahan lingkungan bila dibarengi disiplin dan penggunaan air dengan baik. Di samping itu, inovasi itu juga dapat menjawab permasalahan ekonomi masyarakat karena dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Baca juga: Pakar: Bedakan suplemen, obat dan pangan

Baca juga: Pakar IPB: "blockshain" bisa dikembangkan pada industri sawit


Pewarta: Katriana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Taman Lahan Basah Nasional Waduk Guanting di China resmi dibuka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar