Dinas Sosial bantu warga korban kebakaran di Kelapa Gading

Dinas Sosial bantu warga korban kebakaran di Kelapa Gading

Petugas melakukan pemadaman api di kebakaran Kelapa Gading, Sabtu (24/10/2020). (ANTARA/HO/Kominfotik Jakarta Utara)

Bantuan sudah kami salurkan
Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sosial Jakarta Utara menyalurkan bantuan untuk warga korban kebakaran di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (24/10) dini hari.

"Bantuan sudah kami salurkan bagi korban terdampak kebakaran," kata Kepala Sudin Sosial Jakarta Utara, Aji Antoko di Jakarta, Sabtu.

Bantuan itu disalurkan melalui tim taruna siaga bencana (Tagana) dan aparatur Kelurahan Kelapa Gading Barat.

Rinciannya, satu unit tenda darurat, 15 dus mie instan, dua dus minyak goreng, dua dus sarden, empat dus biskuit, 30 kaos berkerah, dua lusin celana dalam wanita, dua lusin celana dalam pria, 20 lembar handuk, satu lusin pakaian dalam wanita, satu dus popok bayi dan perlengkapan mandi.

"Kami juga menyiapkan 200 paket makanan siap santap selama tiga hari ke depan," jelas Aji.

Sementara itu, Lurah Kelapa Gading Barat Abdul Buang menyatakan sebanyak 70 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa terkena dampak akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Korban kebakaran telah diungsikan di Rumah Pompa Yos Sudarso Satu selama tiga hari ke depan.

"Tenda pengungsian sudah didirikan. Bantuan untuk sementara telah disalurkan," kata Buang.

Sebelumnya, kebakaran melanda pemukiman penduduk di Jalan Inspeksi Kali Sunter RT 09/04, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Sabtu (24/10) sekitar pukul 05.24 WIB.

Suku Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Satu orang warga, pria berinisial MS (59) tahun dilaporkan tewas dalam kebakaran yang melalap habis sembilan rumah warga tersebut.

Baca juga: Satu warga tewas akibat kebakaran di Kelapa Gading
Baca juga: 65 personel diturunkan padamkan kebakaran ruko di Jakarta Pusat



 

Pewarta: Fauzi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

95% ASN di bidang berisiko tinggi alami bahaya psikis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar