15 jurnalis ikuti pelatihan jurnalistik hingga kewirausahaan dari AJI

15 jurnalis ikuti pelatihan jurnalistik hingga kewirausahaan dari AJI

Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang mengikuti unjukrasa secara virtual di ruang pers Gedung DPRD Malang, Jawa Timur. Kamis (8/10/2020). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Program ini sangat membantu saya mencari penghasilan di tengah pandemi
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 15 jurnalis peserta The Journalist Fellowship Program tahap pertama merampungkan pelatihan jurnalistik hingga kewirausahaan hasil kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Maverick Indonesia.

Ketua AJI Indonesia Abdul Manan dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan pelaksanaan The Journalist Fellowship Program yang dimulai sejak 19 September itu diharapkan bisa memberi manfaat bagi jurnalis yang terkena dampak pandemi COVID-19.

“Selain membantu jurnalis yang terdampak pandemi, program ini diniatkan juga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Meski dalam situasi yang sulit seperti saat ini, jurnalis memang tetap perlu terus menerus mengasah kemampuannya,” kata Manan.

Selama program berlangsung, para peserta yang memperoleh beasiswa mendapat kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dari sejumlah narasumber yang kompeten di bidang jurnalistik dan kewirausahaan.

Dalam proses liputan dan penulisan, peserta program fellowship yang didukung Danone Indonesia, Jenius dan Nutrifood itu mendapatkan pendampingan secara intensif dari para mentor yang terdiri dari tiga jurnalis senior, yakni Jajang Jamaludin dari Koran Tempo, Mahdi Muhammad dari Harian Kompas, dan Kresna dari Haluan.co.

Beberapa karya laporan mendalam telah dihasilkan para peserta dan dianggap terbaik oleh para mentor, di antaranya berjudul “Penyelamat Ekonomi Keluarga Terdampak Corona” oleh Siti Masudah Isnawati, “Seni Tradisi dan Adaptasi Semasa Pandemi” oleh Dian Putri Ramadhani, dan “Kiprah Start Up Lokal yang Eksis di Pontianak Tetap Untung di Masa Pandemi” oleh Novantar Ramses Negara.

Baca juga: Jurnalisme berkualitas membangun perubahan perilaku di saat pandemi

Baca juga: Jurnalis Perempuan di tengah pandemi COVID-19


“Program ini sangat membantu saya yang kesulitan mencari penghasilan di tengah pandemi. Selain itu, pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan turut memberikan wawasan baru, saya bisa berbagi pengalaman dengan para ahli, dan juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi serta membuat tulisan dari hasil liputan dengan mentor yang luar biasa,” kata Hafidz Trijatnika, salah satu peserta The Journalist Fellowship Program dari Palembang.

Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan selain untuk membantu rekan-rekan jurnalis, program beasiswa tersebut juga merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaannya untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi para jurnalis terhadap isu-isu tertentu. Selain itu tiga sesi yang dibawakan oleh jajarannya bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai topik lingkungan dan kesehatan

Sementara itu, Direktur Maverick Indonesia Lita Soenardi turut mengapresiasi komitmen peserta yang telah menyelesaikan kewajibannya selama lima minggu terakhir. Selain menghasilkan karya tulisan dengan topik yang beragam, 15 peserta yang datang dari sejumlah kota seperti Palembang, Gorontalo, Yogyakarta, Bandung, Semarang, dan DKI Jakarta juga selalu hadir dalam sesi pelatihan yang diadakan secara daring setiap Selasa dan Kamis.

Lebih lanjut, Lita menyebutkan respons positif tersebut membuat kolaborasi berlanjut untuk mengadakan The Journalist Fellowship Program tahap dua. Periode pendaftaran untuk program lanjutan tersebut sudah dibuka hingga 30 Oktober mendatang, sedangkan program tersebut akan dimulai pada 9 November hingga 11 Desember 2020.

Baca juga: AJI: Omnibus Law rugikan pekerja dan ancam demokratisasi penyiaran

Baca juga: Urgensi perlindungan jurnalis hadapi pandemi COVID-19


Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wartawan diminta lebih waspada risiko penularan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar