Bekasi (ANTARA News) - Persatuan Sepak Bola Indonesia Patriot Bekasi (Persipasi) gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo) 3:3 pada Kompetisi Divisi Utama Liga Joss Indonesia di Stadion Persikabo Cibinong, Selasa.

"Anak-anak sudah bermain baik, tapi kemenangan kami dirampas kepemimpinan wasit," ujar Manajer Persipasi Tjandra Utama Effendi usai pertandingan.

Di hadapan 20 ribuan pendukungnya, Persikabo berhasil merobek jala Persipasi terlebih dahulu setelah Jibby Wuwungan (89) sukses memanfaatkan umpan lambung dari Sairan hingga bola gagal ditepis Diky Zulkarnain.

Tertinggal satu gol, pemain Persipasi Kota Bekasi langsung bangkit dan meningkatkan intensitas serangannya. Upaya itu berhasil setelah Mansyur (9) mendapat umpan dari Robinson dan dengan sontekan kaki kiri berhasil menyarangkan bola di sisi kanan Edy Kurnia.

Pemain Persipasi makin bersemangat. Berselang tujuh menit dari gol pertama, Arif Kurniawan (12) dengan tendangan "first time"-nya bersarang di sisi kanan gawang setelah mendapat umpan dari Komarudin.

Gol ketika tercipta dari Agus Supriyanto yang mendapat umpan matang setelah penjaga gawang Edy Kurnia terlanjur maju mengejar bola dan umbang dari Stephen Menoh diteruskan Agus dengan tendangan tidak terlalu kuat ke gawang yang sudah kosong.

Pemain Persikabo yang harus meraih poin penuh atau minimal seri berusaha bangkit mengejar ketertinggalan, apalagi pendukungnya tidak henti-henti menyanyikan lagu harus menang.

Usaha pemain mereka beberapa kali dimentahkan pemain Persipasi. Pada menit ke-40 David Pagbe yang menerima umpan dari tendangan bebas di luar kotak penalti melakukan gerakan tipuan seperti dijatuhkan Nur Alim meski bola melambung jauh di atasnya.

Wasit Nurdin dari Bontang Kaltim langsung menunjuk titik putih dan mendapat protes keras dari pemain Persipasi. Rodrigo Santoni yang bertindak sebagai algojo berhasil mengecoh penjaga gawang Diky melalui tendangan kerah sisi kanan.

Di babak kedua pemain Persikabo terus berusaha menambah gol, tetapi serangan mereka dengan mudah terbaca oleh pemain Persipasi. Serangan balik pemain Persipasi diantisipasi dengan perangkat "offside". Setidaknya di babak kedua, tujuh kali wasit meniup peluit tanda "offside".
(T.M027/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010