Tenis

Juara French Open Swiatek akan dikarantina setelah bertemu presiden

Juara French Open Swiatek akan dikarantina setelah bertemu presiden

Petenis asal Polandia Iga Swiatek mencium tropinya saat melakukan selebrasi setelah memenangkan turnamen tenis French Open Roland Garros, di Paris, Prancis, Sabtu (10/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Gonzalo Fuentes/WSJ/cfo

Jakarta (ANTARA) - Juara French Open Iga Swiatek, Sabtu, mengatakan ia merasa baik-baik saja, tapi akan dikarantina, setelah ia bertemu Presiden Polandia Andrzej Duda yang kemudian dinyatakan positif COVID-19.

"Baik saya maupun anggota tim saya tidak mengalami gejala virus corona. Kami melakukan tes secara reguler. Kami akan mengkarantina diri sendiri sejalan dengan prosedur saat ini," kata bintang berusia 19 tahun itu melalui Twitter sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu.

Baca juga: Presiden Polandia positif COVID-19
Baca juga: Swiatek jadi petenis Polandia pertama menangi Grand Slam

Baru saja memenangi French Open awal bulan ini dan memperoleh status pahlawan nasional karenanya, Swiatek bertemu dengan Duda pada Jumat, ketika ia dianugerahi Gold Cross of Merit atas pencapaiannya dalam olahraga dan mempromosikan negaranya secara internasional.

Ketika memenangi gelar Grand Slam pertamanya, Swiatek juga menjadi perempuan termuda yang menjuarai French Open sejak Monica Seles pada 1992. Ia adalah perempuan Polandia pertama yang mencapai final turnamen Roland Garros dalam 81 tahun.

Pejabat Polandia mengatakan pada Sabtu bahwa Duda telah dites positif terkena virus corona dan harus menjalani karantina tetapi dalam keadaan sehat. Negara ini sedang bergulat dengan gelombang epidemi tersebut.

Baca juga: Juarai French Open, Swiatek melejit ke peringkat 17 dunia
Baca juga: Swiatek tetap anggap dirinya "underdog" setelah menjuarai French Open

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tekan kasus COVID-19, Satgas Ternate gencar patroli malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar