Filipina evakuasi 1.800 warganya saat badai Molave mendekat

Filipina evakuasi 1.800 warganya saat badai Molave mendekat

Warga mengendarai kendaraan melewati kawasan tergenang banjir usai diguyur hujan lebat akibat badai tropis "Butchoy" di Manila, Filipina, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Xinhua/Rouelle Umali/pras.

Manila (ANTARA) - Filipina mengeksekusi hampir 1.800 orang dan menangguhkan perjalanan laut karena badai tropis Molave diperkirakan akan membawa hujan lebat di dua wilayah di bagian selatan pulau utama Luzon pada Minggu.

Peringatan angin topan tropis dikeluarkan untuk beberapa provinsi di wilayah Bicol dan Calabarzon dengan badai Molave diperkirakan akan menghantam di kemudian hari saat melintasi wilayah selatan Luzon, kata biro cuaca nasional.

"Intensifikasi lebih lanjut sebelum pendaratan di wilayah Bicol masih mungkin terjadi," kata biro dalam sebuah buletin.

Molave mengikuti badai tropis Saudel, yang pekan lalu menyebabkan banjir yang meluas di Provinsi Quezon di wilayah Calabarzon, tenggara Ibu Kota Manila.

Setelah melintasi kepulauan Filipina, Molave diperkirakan akan terus meningkat di Laut Cina Selatan, kemungkinan mencapai kategori topan pada Selasa malam (27/10).

Operasi perjalanan laut dibatalkan di wilayah Calabarzon, dengan 662 orang dilaporkan terdampar di pelabuhan karena angin kencang, menurut badan pemantau bencana.

Di Provinsi Bicol, total 532 keluarga, atau 1.789 orang, dievakuasi terlebih dahulu ke tempat penampungan sementara, menurut otoritas Filipina.


Sumber: Reuters
Baca juga: Korban tewas akibat topan di Filipina jadi 28 orang
Baca juga: Buaya menyerang di tengah badai tropis Filipina
Baca juga: Banjir dan longsor di Filipina renggut lebih dari 100 nyawa

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KKP tangkap 2 kapal Filipina pencuri ikan di Samudera Pasifik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar