Pasien sembuh COVID-19 di DKI Jakarta bertambah 1.229

Pasien sembuh COVID-19 di DKI Jakarta bertambah 1.229

Pengemudi mengendarai bus pembawa pasien COVID-19 sebelum berangkat ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran dari Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, Senin (19/10/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.

Jakarta (ANTARA) - Jumlah pasien sembuh dari paparan COVID-19 di DKI Jakarta telah mencapai 86.815 orang setelah ada pertambahan 1.229 hingga Ahad.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta dalam laman corona.jakarta.go.id, jumlah pasien sembuh itu adalah sekitar 86,0 persen (naik dari hari sebelumnya 85,4 persen) dari total kasus positif sebanyak 100.991 orang.

Di dalam total kasus positif tersebut, sebanyak 12.012 orang (turun 469 dari sebelumnya 12.481 orang) masih dirawat/diisolasi serta 2.164 orang (bertambah 11 dibanding sebelumnya 2.153 orang) meninggal dunia atau 2,1 persen dari total kasus positif.

Total kasus positif paparan virus corona (COVID-19) di Jakarta telah menembus angka 100.991 kasus, setelah pada Ahad bertambah 771 kasus.

Pertambahan kasus yang dilaporkan pada hari Minggu ini sebanyak 771 kasus, merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Sabtu 24 Oktober 2020 yang dilaporkan hari ini.

Baca juga: Polda Metro Jaya perpanjang peniadaan ganjil-genap hingga 8 November
Baca juga: PSBB transisi DKI Jakarta diperpanjang hingga 8 November 2020


Angka itu didapatkan dari hasil tes pada 9.546 spesimen yang di dalamnya ada 7.827 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 771 kasus positif dan 7.056 kasus negatif.

Sampai tes terakhir pada Sabtu (24/10), sudah ada 1.627.276 spesimen yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta melalui 54 laboratorium.

Dari jumlah tes itu, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir setelah perkembangannya pada Ahad tercatat di angka 9,3 persen (turun dari sebelumnya 9,9 persen).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengharuskan bahwa dalam sepekan untuk satu kawasan tidak lebih dari lima persen sehingga terkategori suatu kawasan itu aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi pada Maret 2020 adalah sebesar 8,4 persen

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas jelaskan alasan masyarakat enggan tes COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar