Stimulus AS belum ada titik temu, rupiah masih stagnan

Stimulus AS belum ada titik temu, rupiah masih stagnan

Ilustrasi - Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR. Kurs Rupiah terhadap Dolar AS menguat 1,3 persen menjadi Rp14.080. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/pri.

Dari dalam negeri, pasar masih mewaspadai perkembangan penolakan UU Cipta Kerja
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak stagnan seiring masih belum adanya titik temu paket stimulus lanjutan di Amerika Serikat.

Pada pukul 9.43 WIB, rupiah sama seperti pada posisi penetapan akhir pekan lalu di posisi Rp14.660 per dolar AS.

"Hari ini sentimen negatif dari kebuntuan negosiasi stimulus AS dan meningkatnya kasus penularan COVID di dunia bisa menekan turun pergerakan rupiah terhadap dolar AS," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin.

Menurut Ariston, kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pemulihan ekonomi karena buntunya negosiasi stimulus AS, bisa mendorong pasar mencari aman di dolar AS.

"Dari dalam negeri, pasar masih mewaspadai perkembangan penolakan UU Cipta Kerja," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp14.600 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Jumat (26/10) lalu, rupiah ditutup stagnan alias sama seperti hari sebelumnya di posisi Rp14.660 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Senin pagi menguat lima poin ke Rp14.655 per dolar

Baca juga: Rupiah akhir pekan ditutup stagnan, dibayangi sentimen stimulus AS

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Relasi KA Siliwangi diperpanjang dengan tiket tarif nol rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar