Kementan tingkatkan produksi dan diversifikasi dukung ketahanan pangan

Kementan tingkatkan produksi dan diversifikasi dukung ketahanan pangan

Foto udara petani memanen padi bibit unggul tanpa bahan kimia di lahan Kantor Balai Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Samaturu, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (1/10/2020). ANTARA FOTO/Jojon/aww.

Berbagai program telah dipersiapkan di antaranya program peningkatan kapasitas produksi melalui 'food estate'
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan berbagai strategi termasuk meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi untuk mendukung ketahanan pangan pada masa pandemi COVID-19.

"Berbagai program telah dipersiapkan di antaranya program peningkatan kapasitas produksi melalui food estate, diversifikasi produksi dan konsumsi pangan, fasilitasi cadangan pangan di berbagai daerah, fasilitasi pemasaran komoditas pertanian melalui Toko Tani Indonesia, dan beberapa paket jejaring pengaman sosial," kata Ketua Majelis Profesor Riset Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Tahlim Sudaryanto dalam seminar nasional virtual "Prof Talk: Ketahanan Pangan di Masa Pandemi COVID-19" di Jakarta, Senin.

Baca juga: Mentan paparkan tujuh strategi antisipasi banjir dampak La Nina

Tahlim, yang merupakan Profesor Riset Bidang Ekonomi Pertanian mengatakan Kementerian Pertanian melakukan berbagai program untuk peningkatan ketersediaan pangan di masa pandemi COVID-19, yang berfokus pada empat area yakni peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, serta pengembangan pertanian modern.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan, Kementerian Pertanian melakukan program percepatan tanam padi musim tanam II (MT-II) 2020 seluas 5,6 juta hektare dan pengembangan lahan rawa di Kalimantan Tengah pada 2020 seluas 30 ribu hektare.

Selain itu, juga dilakukan perluasan areal tanam baru (PATB) untuk padi, jagung, bawang merah, dan cabai di daerah defisit.

Kementerian Pertanian juga melakukan program peningkatan produksi gula, daging sapi, dan bawang putih untuk mengurangi impor.

Terkait diversifikasi pangan lokal, Tahlim menuturkan pengembangan diversifikasi pangan lokal dapat dilakukan dengan berbasis pada kearifan lokal yang fokus pada satu komoditas utama.

Pemerintah menggalakkan program pemanfaatan pangan lokal secara masif seperti ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan sorgum.

Kementerian Pertanian mendukung pemanfaatan lahan pekarangan dan marjinal melalui program Pekarangan Pangan Lestari untuk 3.876 kelompok.

Dalam rangka peningkatan ketersediaan pangan pada masa pandemi, pemerintah juga melakukan penguatan cadangan dan sistem logistik serta pengembangan lahan pertanian.

Sejumlah program untuk mendukung penguatan cadangan dan sistem logistik antara lain penguatan cadangan beras pemerintah provinsi, penguatan cadangan beras pemerintah kabupaten/kota, pengembangan lumbung pangan masyarakat, dan penguatan sistem logistik pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Terdapat 5.328 lumbung pangan masyarakat (LPM) di 33 provinsi di Indonesia.

Sejumlah program untuk mendukung pengembangan pertanian pertanian antara lain pengembangan smart farming, pengembangan dan pemanfaatan screen house untuk meningkatkan produksi komoditas hortikultura di luar musim tanam seperti cabai, bawang dan komoditas bernilai tinggi.

Kemudian, juga dilakukan pengembangan food estate untuk peningkatan produksi pangan utama, dan pengembangan korporasi petani.

Baca juga: Kementan sebut UU Cipta Kerja beri kemudahan petani memulai usaha
Baca juga: Pertemuan menteri ASEAN, Kementan dorong pemulihan pangan global

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pacu pelaku UMKM dengan kreasi dan diversifikasi pangan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar