Kepri siapkan ruang isolasi untuk asimptomatik COVID-19

Kepri siapkan ruang isolasi untuk asimptomatik COVID-19

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar (dua dari kanan) saat rapat persiapan ruang isolasi COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin.

Batam (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan sejumlah ruang isolasi untuk warga positif COVID-19 yang tanpa gejala (asimptomatik) di berbagai fasilitas umum.

"Terus kami siapkan. Tidak hanya di Batam," kata Pjs Gubernur Kepri Bahtiar usai meninjau Balai Pelatihan Kesehatan Batam, Senin.

Di Batam, tempat isolasi disiapkan di tiga lokasi, yaitu di Rusun BP Batam, Asrama Haji dan Bapelkes. Selain di Batam juga disiapkan lokasi serupa di kabupaten/kota lainnya.

Baca juga: Makam raja-raja Melayu berpotensi jadi destinasi wisata religi dunia

Baca juga: Transaksi nontunai di Kepri melonjak hingga 143 persen saat pandemi


Menurut dia, pasien tanpa gejala sebaiknya diisolasi di tempat yang berbeda dengan pasien dengan gejala agar penanganannya lebih mudah.

"Yang OTG ke rumah isolasi saja, tidak usah ke rumah sakit, campur dengan yang ada gejala. Itu lebih bagus," kata dia.

Ia mengatakan ruang isolasi harus disiapkan, karena saat ini pihaknya tengah gencar melaksanakan pemeriksaan COVID-19 kepada masyarakat. Bahkan, telah ada tes usap dengan layanan tanpa turun (lantatur/drive thru).

"Semakin banyak yang terperiksa. Hasilnya dua, negatif atau positif. Kalau positif, harus ada tempat supaya masyarakat yakin, kalau positif tidak apa-apa, karena ada tempat yang sudah pemerintah siapkan," kata dia.

Peningkatan penanganan COVID-19 juga untuk menjawab kebijakan pemerintah pusat yang mulai membuka akses Batam ke Singapura.

Baca juga: Gubernur Kepulauan Riau dinyatakan sembuh dari COVID-19

Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati pengaturan koridor perjalanan (Travel Corridor Arrangement/ TCA) untuk perjalanan bisnis penting, perjalanan diplomatik, dan perjalanan kedinasan yang mendesak.

Pjs menyatakan kebijakan membuka akses ke Kepri juga harus diiringi penganan kesehatan publik yang baik.

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar