Dinkes Bekasi Tekan Angka Kematian Ibu Bersalin Melalui P4K

Dinkes Bekasi Tekan Angka Kematian Ibu Bersalin Melalui P4K

Ilustrasi Ibu Bersalin (ANTARA/Saptono)

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat, menggagas program Pertolongan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) untuk ibu hamil guna menekan angka kematian ibu saat melahirkan.

"Idealnya, di tiap kelurahan harus ada tim P4K guna menekan angka kematian ibu saat melahirkan bayi," ujar Kepala Seksi (Kasi) Layanan Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Oom Karomah, kepada ANTARA, di Bekasi, Jumat.

Menurut Oom, tim tersebut diberi nama tim Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang ada di tingkat RW hingga kecamatan di wilayah setempat. "Tim tersebut terdiri dari kader-kader yang ada di masyarakat untuk bersama membina ibu hamil," katanya.

Menurutnya, angka kematian ibu saat melahirkan pada tahun 2008 terdata sembilan orang. Dan meningkat sebanyak 11 kasus pada tahun 2009. Sementara, laporan yang masuk terkait kasus tersebut hingga Maret 2010, sebanyak tiga orang.

"Usia resiko tinggi adalah di bawah 20 tahun dan diatas 35 tahun.Penyebab terbanyak karena pendarahan dan eklamsi atau kejang akibat tekanan darah tinggi," katanya.

Dalam program P4K setiap ibu hamil wajib memasang stiker pemberitahuan yang ditempel di rumah tersebut yang bertuliskan keterangan prediksi waktu kelahiran, pengantar saat melahirkan, serta tempat bersalin. "Pihak keluarga harus menyiapkan pendonor darah yang siap memberikan bantuan jika dibutuhkan," katanya.

Guna menunjang kinerja petugas, kata dia, perlu disiapkan minimal satu unit kendaraan di tiap RT dan RW yang akan digunakan sebagai alat transportasi ibu bersalin. "Fasilitas tersebut tidak harus disediakan RT atau RW, masyarakat yang punya kendaraan bisa digunakan untuk transportasi ibu bersalin," kata Oom.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat lebih bersikap proaktif memperhatikan ibu hamil di lingkungan tempat tinggalnya. Seperti, mengingatkan untuk melakukan pemeriksaan setidaknya empat kali dalam masa kehamilan.

"Biaya persalinan di bidan praktek swasta jika dilakukan dengan persalinan normal sekitar Rp700 ribu sampai Rp850 ribu. Maka dihimbau untuk keluarga ibu hamil agar menabung untuk biaya persalinan," ujarnya. (AFR/K004)

Pewarta: mansy
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar