Saham Australia berakhir merosot saat kasus virus global melonjak

Saham Australia berakhir merosot saat kasus virus global melonjak

Ilustrasi. Kantor pusat perusahaan ASX Australian Stock Exchange di 20 Bridge Street di Sydney NSW Australia. ANTARA/Shutterstock/pri

Kami sekarang sudah melewati waktu untuk kesepakatan stimulus di Amerika Serikat
Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia ditutup pada level terendah hampir tiga minggu pada Selasa, karena meningkatnya kasus baru virus corona baru di seluruh dunia dan memudarnya harapan kesepakatan stimulus AS yang tepat waktu memicu kekhawatiran akan penderitaan ekonomi global yang berkepanjangan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 1,7 persen menjadi 6.051,00 poin, merupakan penutupan terendah sejak 7 Oktober.

Rekor kasus harian di Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan banyak negara lain, dan kurangnya kemajuan dalam pembicaraan kesepakatan stimulus AS menarik pasar global lebih rendah. Indeks utama Wall Street juga jatuh semalam.

“Kami sekarang sudah melewati waktu untuk kesepakatan stimulus di Amerika Serikat. Artinya, tidak ada yang akan dirilis hingga, katakanlah, Februari 2021,” kata Brad Smoling, direktur pelaksana di Smoling Stockbroking.

Pasar mulai menyadari kemungkinan kegagalan bank baik di Amerika Serikat atau Eropa karena stimulus yang tidak tepat waktu dan kemungkinan penguncian lebih lanjut saat jumlah kasus virus lebih tinggi, kata Smoling.

Sentimen yang mengganggu lebih jauh adalah jajak pendapat Reuters yang menunjukkan imigrasi yang lebih rendah dan pengangguran yang tinggi akan membuat jalur pemulihan Australia tidak merata, meskipun yang terburuk telah berlalu untuk perekonomian.

Saham-saham energi merosot, ditutup hampir tiga persen lebih rendah karena harga minyak turun, dengan Santos jatuh 3,6 persen dan Woodside Petroleum turun 3,3 persen.

Penambang merosot 2,2 persen, dengan BHP Group dan Rio Tinto masing-masing turun sekitar 2,5 persen.

Indeks keuangan kelas berat turun 1,3 persen, dengan bank "Empat Besar" kehilangan antara 0,8 persen hingga 1,4 persen.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru berakhir 1,8 persen lebih rendah pada 12.251,91 poin, level terendah dalam hampir tiga minggu.

Selandia Baru membukukan defisit perdagangan bulanan sebesar 1,017 miliar dolar Selandia Baru pada September, dibandingkan dengan 353,00 juta dolar Selandia Baru pada Agustus, data dari Statistik Selandia Baru menunjukkan pada Selasa.

Baca juga: Saham Aussie dibuka merosot di tengah kekhawatiran COVID-19 global
Baca juga: Saham Aussie ditutup melemah terseret penambang utama dan perbankan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar