Presiden Jokowi: Sumpah Pemuda membawa energi positif

Presiden Jokowi: Sumpah Pemuda membawa energi positif

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 secara virtual. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Rusman/am.

Persatuan harus terus diperjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta terus menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo menegaskan peristiwa Sumpah Pemuda, 92 tahun lalu, membawa energi positif untuk mempersatukan bangsa.

"Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan, tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama maupun tujuan-tujuan bersama," kata Presiden Joko Widodo yang dilihat di laman Youtube Sekretariat Presiden, Rabu.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut secara virtual dalam sambutan Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-92 Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Semuanya bisa kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama," tambah Presiden.

Baca juga: Presiden: Bersatu dan bekerja sama kunci Indonesia maju

Menurut Presiden Jokowi, bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju.

"Upaya-upaya untuk menjaga persatuan harus terus kita lakukan, menjadi Indonesia tidak cukup hanya menjadi bagian dari wilayah Indonesia. Kita harus bekerja sama untuk merawat Keindonesiaan," ungkap Presiden.

Keindonesiaan tersebut menurut Presiden harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan.

"Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas. Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada saudara sebangsa setanah air," kata Presiden.

Jokowi menekankan, "Persatuan harus terus kita perjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta terus menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI."

Dalam peringatan Sumpah Pemuda, Presiden juga mengajak agar semangat sumpah pemuda terus menyala.

"Semangat Sumpah Pemuda harus terus menyala," katanya.

Baca juga: Nadiem ajak pemuda mengubah keresahan menjadi solusi

Dalam arus besar globalisasi yang sering terjadi, kata Presiden, adalah persaingan yang sengit antarnegara dan juga antarindividu.

"Tidak jarang kompetisi itu berujung pada upaya saling mengalahkan, saling menghancurkan. Hal itu menjadi energi negatif yang merugikan kita semuanya," kata Presiden.

Pada  92 tahun yang lalu Sumpah Pemuda membawa para pemuda dari seluruh penjuru Nusantara menyisihkan perbedaan suku, agama, dan bahasa daerah untuk bersumpah menjadi Indonesia yang satu, satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa maka saat ini persatuan juga dibutuhkan untuk membangun Indonesia yang adil dan merata.

"Untuk mewujudkan Indonesia yang satu, kita juga harus bekerja sama membangun Indonesia secara adil dan merata dengan membangun dari pinggiran, dari desa, dari pulau terdepan hingga perbatasan," ungkap Presiden.

Pemerintah pun sudah membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau untuk mempersatukan Indonesia termasuk stasiun TVRI yang ke-30 di Papua Barat.

Stasiun itu, akan melayani masyarakat Papua, menyediakan berbagai informasi berkualitas, sehingga masyarakat Papua mendapatkan akses informasi yang sama dengan masyarakat di wilayah Indonesia lainnya.

Baca juga: Menperin: Semangat Sumpah Pemuda jadi momentum pembangunan industri

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perangi hoaks dengan gerakan Kawan Vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar