Wamendes ajak anak muda berdayakan desa melalui pertanian organik

Wamendes ajak anak muda berdayakan desa melalui pertanian organik

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi saat Young Organic Festival 2020 yang berlangsung secara virtual. ANTARA/Dokumentasi pribadi

Pada masa pandemi sekarang ini, sektor pertanian di Indonesia sendiri secara keseluruhan tumbuh paling tinggi yakni 16,24 persen
Pontianak (ANTARA) - Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengajak anak muda Indonesia memberdayakan desa lewat pertanian organik mengingat baru 3,5 persen anak muda yang bergerak di sektor pertanian.

"Tahun 2030, kita mendapat bonus demografi dengan 190 juta kaum muda. Untuk itu, anak muda harus kembali ke sektor pertanian mulai dari sekarang," kata Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi kepada ANTARA di Pontianak, Rabu.

Baca juga: Kemendes: Stimulus modal usaha tumbuhkan semangat wirausaha masyarakat

Ia melanjutkan setiap orang tua secara alami pasti akan digantikan oleh yang muda. Sementara ada 74.593 desa yang menunggu untuk diberdayakan oleh anak-anak muda yang tergerak menggeluti sektor pertanian.

"Regenerasi petani muda menjadi penting. Saya selalu mengulang-ulang slogan bahwa menjadi petani itu keren!" katanya.

Sementara, menurut data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), sepuluh tahun terakhir ini permintaan produk organik tumbuh hingga 16-20 persen setiap tahun. Sedangkan pertanian konvensional hanya menyumbang 1-2 persen pertumbuhan pertanian dunia.

"Pertanian organik terbukti menjadi sektor andalan. Bahkan pada masa pandemi sekarang ini, sektor pertanian di Indonesia sendiri secara keseluruhan tumbuh paling tinggi 16,24 persen secara tahunan," ujar dia.

Ia pun mendukung penuh kegiatan Young Organic Festival 2020 (YORFEST2020) yang berlangsung secara virtual selama dua hari mulai 28 September.

Ketua Panitia YORFEST2020 Andre OPA Sumual menambahkan YORFest merupakan kegiatan tahunan penggiat organik di Indonesia, berupa kumpulan komunitas anak muda yang peduli dengan pertanian, perkebunan, peternakan, dan bisnis yang berhubungan dengan pendayagunaan ekosistem organik.

"Di sini mereka bersatu dan berbagi inspirasi untuk pertumbuhan ekonomi melalui pertanian organik yang berkelanjutan sebagai wujud regenerasi petani Indonesia dalam membentuk kemandirian dan menggali potensi alam di Indonesia," kata dia.

YORFEST2020 diharapkan dapat menginspirasi para petani muda organik untuk mencipta nilai tambah produk pertanian, perkebunan dan peternakan dari eko-sistem organik yang berorientasi ekspor berupa produk siap guna (green label), jadi tidak sekedar mengekspor bahan mentah yang bernilai murah.

Dalam situasi pandemi YORFest pertama ini berlangsung secara virtual yang dikemas dalam dua bagian yaitu conference dan exhibition diawali oleh Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi dengan menampilkan pembicara-pembicara muda yang sudah berkecimpung dalam bisnis pertanian organik. Rencananya YORFest 2020 akan ditutup oleh Presiden Joko Widodo.

"YORFest memberikan pengalaman baru dalam sebuah konferensi dan pameran karena peserta bisa mendengarkan sharing session dan pameran produk industri organik semuanya secara virtual dan gratis," kata Andre Opa.

Para pembicara yang berpartisipasi berbagi pengalaman di hari pertama selain Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi, juga ada Kepala Kantor Staf Presiden yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan.

Sementara, dari kalangan anak muda pelaku industri pertanian organik yang bersedia berbagi pengalaman ada Angeline Theo (Boja Farm), Tari Dana (Avana Green), Andhika Mahardika (Agradaya), Suradi (The Learning Farm), Raka Bagus (Ladang Lima), Putri Arif Febrila (Bulk Source), Christopher Satriandaru (Cocona Care), Margaret Agustina (Jagapati.com), Dwi Anoraganingrum (Indocon GmbH), Dedi Wahyu Hernanda (Genpi Nasional), dan Ichwan Joesoef (Indonesia Trade Promotion Center, Osaka, Japan).

Untuk hari kedua ada Ivanka (bassist Slank), Reza Purnamo (BioCert), Fikri S. Tsauri (Certifier), Muslahudin Daud (petani muda Aceh), Fransiscus Richard (Triasindo Royal Agro), Junaidi Prasetyo (Pupuk Organik), Christopher Jayanata (Komunitas Organik Indonesia), Henindra Primala (Crowd Funds), Anisa Paramita (SPIND.id), Fendi Hartanto (Lojin.co.id).

"Semoga Young Organic Festival 2020 ini bisa menjadi momentum bagi pemuda Indonesia untuk bergerak di sektor pertanian khususnya pertanian organik dan mengambil bagian dalam regenerasi petani. Jangan biarkan bangsa ini terancam krisis kekurangan petani," kata Budi Arie.

Baca juga: Mendes PDTT: Program PKTD efektif turunkan pengangguran di desa
Baca juga: Wamendes PDTT tanam padi organik saat kunjungi lokasi transmigrasi

Pewarta: Teguh Imam Wibowo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Desa di Madiun ubah lahan pertanian menjadi agrowisata MTS Klorogan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar