Mendiang bos besar Samsung Lee Kun-hee dimakamkan

Mendiang bos besar Samsung Lee Kun-hee dimakamkan

Ilustrasi Samsung (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Keluarga mendiang Lee Kun-hee, mengadakan upacara pemakaman, Rabu, untuk pemimpin besar Samsung Group yang tutup usia pada Minggu (25/10).

Fokus saat ini tertuju pada putra Lee, Jay Y. Lee (52), wakil pemimpin Samsung Electronics, untuk melihat kepemimpinan seperti apa yang akan dia tunjukkan saat dia menghadapi risiko hukum yang serius dari dua persidangan yang tengah dia hadapi.

Setelah upacara, yang tertutup media, Reuters melaporkan, anggota keluarga, termasuk Jay Y. Lee, menaiki bus meninggalkan Samsung Medical Center, tempat upacara pemakaman diadakan.

Peti mati mendiang Lee, dengan karangan bunga putih di atasnya, diangkut dengan mobil jenazah hitam dari rumah sakit ke makam keluarga di Suwon.

Rute yang diambil dalam perjalanan menuju peristirahatan terakhir adalah melewati tempat-tempat yang memiliki arti bagi Lee, termasuk rumahnya di pusat kota Seoul dan fasilitas produksi chip Samsung Electronics di Hwaseong, dekat ibu kota.

Kematian Lee meningkatkan ekspektasi penjualan saham dan potensi restrukturisasi bisnis kerajaan raksasa teknologi itu karena keluarga tersebut bergulat dengan tagihan pajak warisan yang diantisipasi hampir 10 triliun won atau sekitar Rp132,5 triliun.

Tugas menanti pimpinan baru Samsung Electronics, termasuk menumbuhkan bisnis chip non-memori dan memperluas kehadirannya dalam perangkat lunak.

Namun pewaris Jay Y. Lee menghadapi risiko yang lebih besar dari dua persidangan yang sedang berlangsung, yang menurut para analis dapat membuatnya dipenjara untuk kedua kalinya.

Satu percobaan menyangkut penggabungan dua afiliasi Samsung pada 2015, dan satunya lagi terkait dengan perannya dalam skandal penyuapan, yang membuatnya dipenjara selama setahun.

"Warisan dan tata kelola perusahaan juga masalah, tetapi persidangan, terutama kasus terakhir, adalah masalah terbesar. Kematian ayahnya dapat mengubah opini publik menjadi menguntungkannya, tetapi efeknya mungkin tidak jelas, "kata kepala firma riset CEO Score, Park Ju-gun, Reuters dikutip Rabu.



Baca juga: Lee Kun-hee, pembawa perubahan Samsung, meninggal dunia

Baca juga: Pemimpin Samsung Group ditahan

Baca juga: Mantan bos Samsung dibajak Disney untuk kembangkan aplikasi

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar