BPOM pastikan vaksin COVID-19 aman-berkhasiat sebelum beri izin edar

BPOM pastikan vaksin COVID-19 aman-berkhasiat sebelum beri izin edar

Dokumentasi - Warga mengenakan masker untuk menghambat penyebaran COVID-19 usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aa.

Kami juga menilai, mengevaluasi 'efficacy' dan 'safety' vaksin tersebut berdasar studi nonklinik dan klinik
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan vaksin COVID-19 benar-benar aman, berkhasiat dan bermutu sebelum memberikan izin edar untuk penggunaan produk itu.

"Kami juga menilai, mengevaluasi efficacy (kemanjuran) dan safety (keamanan) dari vaksin tersebut berdasarkan studi nonklinik dan studi klinik dari fase 1, 2 dan 3," kata Direktur Registrasi Obat BPOM Rizka Andalucia dalam seminar virtual Vaksinasi COVID-19 di Indonesia: Di Mana Peran Masyarakat? diikuti di Jakarta, Rabu.

Baca juga: BPOM hati-hati berikan izin penggunaan vaksin COVID-19

BPOM melakukan evaluasi terkait kualitas atau mutu, keamanan, efikasi atau kemanjuran dan kelengkapan data informasi produk.

Dia mengatakan keamanan vaksin menjadi prioritas utama dalam pengembangan vaksin, sebelum bergerak ke aspek kemanjuran. Semuanya akan terlihat dari hasil uji klinik fase 1, 2 dan 3.

Baca juga: BPOM-MUI-Kemenag akan pastikan keamanan-kehalalan vaksin COVID-19

Dari segi kemanjuran, vaksin tersebut harus dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

BPOM mengatakan pengembangan vaksin COVID-19 harus mengikuti cara pembuatan obat yang baik (CPOB).

Baca juga: BPOM: Uji vaksin COVID-19 tidak ada efek samping serius

Untuk memastikan khasiat dan keamanan vaksin, BPOM juga melakukan inspeksi ke tempat-tempat uji klinik agar semua protokol atau prosedur dijalankan sesuai yang telah disetujui.

Untuk memastikan mutu vaksin tersebut, BPOM juga melakukan inspeksi ke sarana produksi baik yang ada di China maupun di Bio Farma terkait kerja sama vaksin COVID-19 yang dikembangkan Sinovac.

Baca juga: Bio Farma cegah pemalsuan vaksin COVID-19

Baca juga: Biofarma akan terima 15 juta dosis bulk vaksin Sinovac November 2020

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perkembangan vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes dan BPOM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar