Warga korban bencana alam di Lebak berharap dibangun hunian tetap

Warga korban bencana alam di Lebak berharap dibangun hunian tetap

Warga korban tanah longsor beraktivitas di dalam tenda hunian sementara di Kampung Cigobang, Lebak, Banten, Rabu (19/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/af/foc/aa.

Kami hampir setiap hari menerima laporan warga sakit akibat tinggal di lokasi hunian yang tidak layak huni itu
Lebak (ANTARA) - Masyarakat korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak Provinsi Banten berharap dibangun rumah hunian tetap (huntap) sehingga tinggal bersama anggota keluarga layak, nyaman dan sehat.

"Kami sekarang menempati gubuk-gubuk tenda hunian sementara (huntara) dengan kondisi tidak layak huni juga ditambah kebocoran sehubungan memasuki musim hujan," kata Iyan (60) Ketua Rukun Tetangga (RT) di lingkungan Huntara I Cigobang saat dihubungi di Lebak, Rabu.

Baca juga: BNPB bantu Rp25 miliar untuk hunian tetap korban longsor di Bogor

Masyarakat di sini menempati gubuk huntara sekitar tujuh bulan terakhir dengan kondisi cukup memprihatinkan.

Gubuk tenda huntara memiliki ruangan sekitar empat meter persegi terpaksa tidur bersamaan dengan istri dan anak-anak hingga saling berdesakan dengan ruangan cukup sempit itu.

Baca juga: Kementerian PUPR siap bangun 1.005 hunian tetap di Sulteng

Karena itu, warga yang menempati gubuk di Blok Huntara I sekitar 86 kepala keluarga (KK) Cigobang Kecamatan Lebak Gedong terkadang mengalami gangguan kesehatan lingkungan.

"Kami hampir setiap hari menerima laporan warga sakit akibat tinggal di lokasi hunian yang tidak layak huni itu," katanya menjelaskan.

Ahmad (50) warga korban pengungsian Blok I Cigobang Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak mengatakan anggota keluarganya sangat mengeluhkan kebocoran tempat hunian yang dibangun dengan tenda plastik tersebut.

Baca juga: Korban banjir Luwu Utara butuh 1.295 hunian tetap

Selama ini, kata dia, hampir setiap sore dilanda hujan sehingga kondisi tempat tinggal hunian merasa tidak nyaman.

"Kami selama sepekan ini, anak-anak sakit akibat kebocoran tenda yang dihuni itu," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat di sini semuanya korban bencana alam banjir bandang dan longsor yang terjadi pada awal 2020 itu.

Mereka menempati gubuk-gubuk huntara yang dibangun dengan plastik terpal dan hamparan bambu dan bila musim hujan dipastikan kebocoran juga jika terik matahari tentu ruangan menjadi pengap dan kepanasan.

"Kami berharap pemerintah segera merealisasikan huntap agar kehidupan mereka menjadi lebih baik," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Camat Lebak Gedong Wahyudin mengatakan saat ini warga korban bencana banjir bandang dan longsor yang dialami warganya itu sebanyak 186 KK yang berada di Blok Huntara I sampai IV.

Mereka menempati gubuk-gubuk huntara itu sambil menunggu kepastian untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman.

"Kami sudah menyampaikan laporan warga korban bencana alam itu agar direlokasi ke tempat yang layak huni itu ke Bupati Lebak," katanya.
 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pandeglang & Lebak berpotensi paling terdampak La Nina di Banten

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar