Kabareskrim pantau langsung aksi unjuk rasa di kawasan Arjuna Wiwaha

Kabareskrim pantau langsung aksi unjuk rasa di kawasan Arjuna Wiwaha

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersama Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo (ketiga kanan) memantau jalannya aksi demonstrasi di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020). (ANTARA/ HO-Polri)

Jakarta (ANTARA) - Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memantau langsung aksi unjuk rasa menentang Undang-undang Cipta Kerja di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Rabu.

Komjen Sigit memantau para pengunjuk rasa dari bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang jaraknya tidak jauh dari Patung Arjuna Wiwaha. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo turut hadir mendampingi Kabareskrim.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit tampak memberikan arahan kepada jajaran Polri yang berada di lokasi mengenai pengamanan aksi unjuk rasa.

Baca juga: Pangdam Jaya imbau pendemo tidak ganggu kegiatan masyarakat

Komjen Sigit maupun Brigjen Sambo tampak tidak mengenakan pakaian dinas Polri. Sementara Irjen Nana dan jajaran Polda Metro Jaya mengenakan pakaian dinas lengkap.

Massa demonstran di kawasan Patung Arjuna Wiwaha akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB.

Tak hanya di Jakarta, aksi demo menolak UU Cipta Kerja juga terjadi secara besar-besaran di Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Jawa Barat.

"Demo skala besar terjadi di Jakarta, Sulsel, Jabar dan Malut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Argo Prabowo Yuwono saat dihubungi di Jakarta.

Argo menyebut totalnya ada 61 titik aksi unjuk rasa di 16 provinsi. "Aksi demo sudah selesai di Jabar, Kaltim, Babel dan Sulsel," tutur Argo.

Secara keseluruhan, tidak terjadi anarkisme pada aksi demonstrasi yang diadakan hari ini sehingga tidak ada demonstran yang ditangkap aparat keamanan.

Baca juga: Polisi amankan dua orang diduga copet di tengah aksi unjuk rasa
Baca juga: TNI kembali kawal massa tak dikenal bubarkan diri di Patung Kuda

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sidang perdana, MK minta pemohon uraikan kerugian konstitusional UU Ciptaker

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar