Liga Inggris

Manajer Burnley tak ambil pusing soal rumor perpindahan kepemilikan

Manajer Burnley tak ambil pusing soal rumor perpindahan kepemilikan

Ekspresi manajer Burnley Sean Dyche saat mendampingi timnya menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Turf Moor, Burnley, Inggris, Senin (26/10/2020). (ANTARA/REUTERS/POOL/Michael Regan)

Saya hanya fokus kepada tim yang saat ini mengawali musim dengan berat
Jakarta (ANTARA) - Manajer Burnley, Sean Dyche, mengaku tidak mau ikut dipusingkan mengenai banyaknya rumor yang beredar mengenai rencana perpindahan kepemilikan tim Liga Premier Inggris tersebut.

Terlebih, Dyche menilai ia dan jajarannya lebih perlu untuk berkonsentrasi dengan penampilan tim di atas lapangan, mengingat Burnley masih nirmenang dari lima pertandingan pertama di musim ini.

Reuters bulan lalu menurunkan laporan bahwa manajemen Burnley tengah bernegosiasi dengan konsorsium investasi Amerika Serikat, ALK Capital LLC.

Lantas dalam sepekan terakhir media-media Inggris termasuk BBC melaporkan bahwa pebisnis Mesir Mohamed El Kashashy dan pengacara olahraga berbasis di Inggris Chris Farnell berencana membeli Burnley seharga 200 juta poundsterling (sekira Rp3,8 triliun).

Baca juga: Sundulan Son Heung-min bawa Hotspur raih kemenangan 1-0 atas Burnley

"Saya hanya tahu apa yang Anda tahu," kata Dyche dilansir Reuters, Kamis.

"Itu bukan wilayah saya. Saya hanya fokus kepada tim yang saat ini mengawali musim dengan berat. Ketua umum klub beserta jajaran dewan direksi yang akan mengambil keputusan besar," ujarnya menambahkan.

Burnley saat ini terdampar di urutan ke-18 klasemen hanya memiliki satu poin dari lima pertandingan.

The Clarets dijadwalkan menjamu Chelsea dalam rangkaian laga pekan ketujuh pada Sabtu (31/10) dan tentunya Dyche berupaya agar Burnley bisa segera keluar dari lingkaran setan nirmenang.

Baca juga: Newcastle perburuk awal musim Burnley

"Saya tidak tahu menahu soal kepemilikan klub, sejauh yang saya tahu itu semua hanya artikel di surat kabar, tetapi beberapa pekan terakhir narasinya semakin terperinci. Kecuali pengambilalihan kepemilikan betul-betul terjadi, saya hanya bisa fokus dengan performa tim," kata Dyche.

Dyche mengingatkan kepada para penggemar untuk tidak terburu-buru melahap segala rumor yang beredar di surat kabar dan menunggu faktanya terkuak.

"Pertama-tama kita harus mencari tahu dulu apakah yang beredar secara faktual bisa dipertanggungjawabkan. Hanya karena itu dicetak di surat kabar, tak selalu benar adanya, itu sepengalaman saya," katanya.

"Saya bisa memahami penggemar yang membaca surat kabar mencari tahu apa yang terjadi, tetapi tanpa fakta... saya yakin para penggemar akan mencari cara untuk mengamankan klub ini. Ketua umum dan jajaran dewan direksi memegang keputusan soal itu. Saya tidak punya pendapat apalagi tertarik ikut campur," pungkas Dyche.

Burnley saat ini dimiliki oleh pengusaha lokal Mikel Garlick yang menduduki kursi Ketua Umum klub dengan kepemilikan saham 49,24 persen sedangkan John Banaszkiewicz memiliki 28,2 persen saham.

Baca juga: Imbangi West Brom, Burnley petik poin pertama musim ini

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar