Artikel

Sumpah Pemuda momentum bangkitnya persatuan di tengah pandemi COVID-19

Oleh Syaiful Hakim

Sumpah Pemuda momentum bangkitnya persatuan di tengah pandemi COVID-19

Sejumlah relawan mengikuti pelatihan penanggulangan COVID-19 di SMKN 3, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

Jakarta (ANTARA) - Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020 merupakan hari digelarnya Kongres Pemuda pada tahun 1928 lalu, dimana menjadi pemicu lahirnya Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda merupakan salah satu titik balik perjalanan bangsa Indonesia menuju Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 karena ketika itu pemuda belum bersatu untuk melawan penjajahan Belanda.

Sumpah Pemuda melahirkan tiga poin yang memiliki pesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah kebhinekaan yang dimiliki Indonesia.

Namun, di tengah pandemi COVID-19 ini Peringatan Sumpah Pemuda Ke-92 menjadi salah satu momentum agar bangsa Indonesia bisa bangkit dan mengatasi pandemi COVID-19 yang telah menghantui bangsa Indonesia sejak Maret 2020 lalu.

Jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air hingga Kamis (29/10) tercatat sudah mencapai sekitar 404.048 kasus dengan angka kematian sebanyak 13.701 orang. Jumlah itu bahkan terus meningkat per harinya.

Terus meningkatnya jumlah penderita virus asal Wuhan, China itu membuat pemerintah melakukan berbagai cara agar kasus itu tidak terus melonjak. Bahkan, pemerintah berulang kali melakukan sosialisasi agar masyarakat menjaga protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Tidak hanya pemerintah saja yang harus berperan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, melainkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kaum muda.

Hal itu juga disampaikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10).

Menurut Ma'ruf Amin, peran seluruh anak muda saat ini sangat diperlukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 yang berdampak luas pada aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi.

"Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa kita saat ini akibat pandemi COVID-19, peran aktif kaum muda dalam upaya memutus rantai penularan virus dan menanggulangi dampak pandemi yang multidimensi sangat diperlukan," katanya.

Dia pun mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus membangkitkan inovasi dalam mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

"Mari jadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum bersatu dan bangkitnya pemuda Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak dan bergotong royong mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," tuturnya.

Tak hanya Wapres Ma'ruf Amin yang meminta agar pemuda bisa berperan dalam menekan penyebaran COVID-19 di Tanah Air, namun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengajak kaum muda, khususnya mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program pencegahan penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat.

"Terutama yang nanti turun ke desa-desa (kuliah kerja nyata) bisa membantu masyarakat paling tidak sosialisasi bagaimana pencegahan COVID-19," kata Mendagri Tito di Jakarta, Rabu (28/10).

Menurut dia, ajakan dari mahasiswa relatif didengar oleh publik atau masyarakat, sehingga upaya pencegahan penyebaran COVID-19 menjadi lebih efisien.

"Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, kenapa itu perlu karena suara adik-adik sebagai kelompok terpelajar relatif didengar oleh publik, oleh masyarakat," katanya.

Mahasiswa pada saat kuliah kerja nyata untuk turun langsung ke bawah, melihat langsung apa yang terjadi saat ini dalam konteks multidimensi.

"Ini akan sangat bermanfaat karena mungkin pandemi seperti ini yang belum pernah kita alami sebelumnya mungkin 100 tahun ke depan, belum tentu terjadi mungkin dan mudah-mudahan tidak terjadi. Ini adalah pengalaman langka adik-adik turun langsung," kata Tito.

Dengan turun langsung, mahasiswa dapat melihat apa yang dihadapi oleh para pengambil kebijakan dan masyarakat saat ini.

"Dengan teori-teori yang sudah dipelajari selama kuliah maka adik-adik melihat langsung dan berusaha untuk mempelajari apa yang terjadi dalam dimensi kesehatan, ekonomi, sosial, politik, keamanan dan lain-lain," kata mantan Kapolri ini.

Purnawirawan Jenderal bintang empat ini juga mengharapkan mahasiswa bisa memberikan solusi atau saran dalam mencegah dan menangani pandemi COVID-19.


Bangkit

Di tengah pandemi COVID-19 ini, seluruh komponen bangsa yang bangkit dan bersatu untuk melawan pandemi COVID-19, terlebih dalam memperingati Sumpah Pemuda.

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menilai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk bersatu, bangkit, dan semangat di masa pandemi Covid-19.

Karena pandemi Covid-19 ini mempengaruhi sendi-sendi kehidupan, baik kesehatan, sosial, ekonomi maupun keamanan.

"Akibat pandemi seluruh sendi kehidupan terkena dampaknya," kata Jazilul..

Namun, di tengah pandemi ini pemuda harus tetap semangat, kreatif, inovatif, dalam keseharian.

Dalam masa pandemi ini, semua komponen bangsa harus etap menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

"Pemuda harus memberi contoh penerapan protokol kesehatan. Pemuda harus menjadi pelopor dan barisan terdepan dalam penerapan protokol kesehatan," ujarnya.

Pada masa lalu, pemuda yang ikut merintis, berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia menghadapi banyak tantangan.

Tantangan yang dihadapinya pun tidak hanya waktu belajar yang tersita, namun nyawanya juga terancam melayang demi Indonesia, dan semua dihadapi para pemuda dengan gagah berani serta semangat.

"Tantangan dalam menghadapi COVID-19 ini juga harus dihadapi dengan menerapkan protokol kesehatan," kata Gus Jazil, sapaan Jazilul.


Berkegiatan positif

Selain bersatu untuk bangkit hadapi pandemi COVID-19, generasi muda juga harus melakukan kegiatan positif dan berkreativitas

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pun mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berinovasi guna mendukung generasi muda berkarya mengharumkan nama bangsa.

Bamsoet menilai peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum pemuda pemudi bangsa mengenang dan memaknai nilai-nilai yang tersirat maupun yang tersurat dari sumpah pemuda tersebut.

"Yakni dengan melanjutkan perjuangan akan tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan ikut serta dalam mengembangkan pembangunan sesuai dengan kemampuan, ilmu, dan teknologi yang dimiliki," kata pria yang biasa disapa Bamsoet ini.


Baca juga: Wapres: Peran pemuda diperlukan dalam memutus penyebaran COVID-19

Baca juga: Refleksi Peringatan Hari Sumpah Pemuda dalam pandangan Moeldoko

Baca juga: Pimpinan MPR minta pemerintah prioritaskan sektor pendidikan

Baca juga: Bamsoet ingatkan kaum milenial teruskan semangat Sumpah Pemuda


Oleh Syaiful Hakim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Perangi hoaks dengan gerakan Kawan Vaksin

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar