Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 bukti seniman tetap inovatif

Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 bukti seniman tetap inovatif

Band Fourtwnty tampil saat Prambanan Jazz 2020 bertajuk "New Hope New Experience" di Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2020). Perhelatan musik tahunan yang menampilkan sejumlah band serta musisi nasional itu tahun ini digelar secara virtual guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj/pri.

Protokol kesehatan yang dilakukan Prambanan Jazz Festival ini diharapkan bisa menjadi konsep ‘experience’ dan alternatif penyelenggaraan event festival musik di masa pandemi ini
Jakarta (ANTARA) - Penyelenggaraan Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 menjadi wujud inovasi dari pelaku industri kreatif subsektor musik untuk tetap konsisten berkarya di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Minggu, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Prambanan Jazz Festival. Ini menunjukkan semangat dan komitmen dari pelaku industri kreatif untuk tetap mewujudkan suka cita dan inovasi di tengah pandemi COVID-19.

"Apresiasi setinggi-tingginya juga kepada Rajawali Indonesia, serta para pihak yang turut dalam pelaksanaan prambanan jazz virtual. Besar harapan para pelaku ekonomi kreatif dapat senantiasa bekerja sama mewujudkan suka cita dan komitmen untuk tetap berkarya, ciptakan inovasi, kreativitas, dan menampilkan karya-karya kebanggaan bangsa kita," ujar Wishnutama.

Prambanan Jazz Virtual Festival 2020 berlangsung pada Sabtu (31/10) hingga Minggu (1/11), merupakan festival musik jazz yang digelar setiap tahun sejak 2015 secara offline. Kondisi pandemi COVID-19 membuat Prambanan Jazz Festival (PJF) tahun ini mengubah konsepnya menjadi virtual musik.

Wishnutama menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan menjadi standar penyelenggaraan sebuah event di fase pandemi saat ini.

"Protokol kesehatan yang dilakukan Prambanan Jazz Festival ini diharapkan bisa menjadi konsep ‘experience’ dan alternatif penyelenggaraan event festival musik di masa pandemi ini," ujar Wishnutama.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, mengatakan, sebelumnya Kemenparekraf/Baparekraf bersama industri dan pihak terkait lainnya telah menyusun buku panduan pelaksanaan event yang merujuk pada protokol kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Mulai dari sisi event supplier (produksi/vendor), event organizer, hingga pengisi acara serta crowd control-nya. Kemenparekraf/Baparekraf juga sebelumnya telah melakukan simulasi dalam penyelenggaraan event.

"Penyelenggaraan kegiatan diharapkan dapat terus berjalan dan pekerja seni dapat produktif lagi namun tetap aman COVID-19 di era adaptasi kebiasaan baru," kata Rizki Handayani.

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan, tidak mudah menyelenggarakan perhelatan di tengah situasi pandemi. Sebab, proses panjang terkait perizinan penyelenggaraan harus dilalui demi terwujudnya Prambanan Jazz Festival 2020 di masa pandemi COVID-19.

“Usaha keras kami akhirnya bisa membuat Prambanan Jazz Festival 2020 tetap dapat terselenggara,” ujar Anas.

Menurut Anas, keputusan menggelar Prambanan Jazz Festival 2020 secara virtual ini adalah langkah terbaik demi menekan angka penularan virus COVID-19.

"Ini adalah langkah terbaik yang bisa ditempuh saat ini. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada #PJFLovers karena belum bisa menggelar perhelatan secara offline,” ujarnya.

Hari pertama gelaran Prambanan Virtual Jazz Festival diisi deretan musisi, yakni Joko In Berlin, Fourtwnty, Isyana Sarasvati, Pusakata, Tompi dan Tulus.

Vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana, di sela-sela penampilannya mengaku bangga bisa tampil di gelaran Prambanan Jazz Festival 2020. "Jaga kesehatan semua, semoga pandemi ini segera berakhir," kata Ari.

Hal senada dikatakan Is "Pusakata". Ini adalah kali kedua dirinya tampil di gelaran Prambanan Jazz Festival. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya yang dihadiri ribuan penonton, kali ini justru tanpa kehadiran penonton dan disiarkan secara daring.

"Namun saya sangat berupaya menyesuaikan diri dalam situasi saat ini. Pasti banyak kerinduan akan musik tanah air, kerinduan untuk menghargai musisi-musisi tanah air. Dan ini cara kita untuk mengapresiasi atmosfer musik kita," kata Is.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk dapat disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kerinduan-kerinduan bisa kita wujudkan bersama selama kita bisa patuh terhadap protokol kesehatan," kata dia.

Prambanan Jazz Festival 2020 masih berlangsung pada Minggu (1/11) dan diisi deretan musisi lainnya seperti Andmesh, Pamungkas, Ardhito Pramono, juga Yura Yunita.

#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker

Baca juga: Menparekraf apresiasi penyelenggaraan Prambanan Jazz 2020

Baca juga: Kemenparekraf akan susun peraturan menteri terkait "performing right"

Baca juga: Pandemi, perlu terobosan tingkatkan kinerja sektor pariwisata

 

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Puncak Gundaling, destinasi wisata persinggahan menuju kawasan Danau Toba

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar