Anti Hoax

Pemilik SIM C dapat bantuan tiga bulan? Ini penjelasannya

Pemilik SIM C dapat bantuan tiga bulan? Ini penjelasannya

Warga menunjukkan Kartu Keluarga Sejahtera saat penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Margajaya, Lebak, Banten, Selasa (6/10/2020). Kementerian Sosial memastikan bantuan bagi penerima kartu sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) akan berlanjut hingga 2021 jika pandemi COVID-19 belum berakhir sebagai upaya memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr/foc.

Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah pesan beredar via aplikasi Whatsapp tentang pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) jenis C yang disebut akan mendapatkan bantuan COVID-19 sebesar Rp900 ribu selama tiga bulan. 

Berikut narasi pesan yang beredar itu:

"Monggo yang sudah punya Sim C

Boleh coba dicek apakah Sim C Anda dpt bantuan covid-19 Rp.900.000/bln selama 3 bln.

Mulai Oktober s.d Desember 2020

di link ini:
https://s.id/ektp-covid19"


Benarkah pesan yang beredar tentang bantuan Rp900 ribu untuk pemilik SIM C itu?

 
Tangkapan layar pesan berantai yang mengatakan SIM C akan mendapatkan bantuan COVID-19 sebesar Rp900 ribu. (Whatsapp)


Penjelasan:

Menurut penulusuran ANTARA, pesan yang beredar tentang bantuan bagi pemilik SIM C itu adalah kabar bohong atau hoaks.  Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan hal tersebut adalah lelucon semata.

Saat tautan dibuka akan muncul foto potongan iklan rokok bertemakan jin dan disertai tulisan "NGIMPI!!!".

Sebelumnya, informasi klaim bantuan atau kompensasi pada masa pandemi COVID-19 dengan tautan serupa juga pernah mendapatkan stempel hoaks oleh Kominfo dalam situs resminya.

Klaim : Pemilik SIM C dapat bantuan tiga bulan?
Rating: Hoaks

Cek fakta: BPJS berikan bantuan Rp4 juta per keluarga?

Baca juga: Bantuan Program Indonesia Pintar sudah disalurkan ke 18,1 juta siswa

Pewarta: Tim JACX dan Kominfo
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkominfo ingatkan masyarakat tak sulut hoaks, jelang putusan MK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar