Beberapa SMP di Solo mulai laksanakan pembelajaran tatap muka

Beberapa SMP di Solo mulai laksanakan pembelajaran tatap muka

Sejumlah siswa menerapkan protokol kesehatan saat menuju ke sekolah untuk mengikuti kegiatan pembelajaraan tatap muka pertama semasa pandemi di SMP Negeri IV Surakarta, Rabu (04/11/2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.

Solo (ANTARA) - Beberapa sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Rabu mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. 

Di SMP Negeri IV Surakarta, sebagian siswa datang ke sekolah diantar orang tua. Setiba di sekolah, ada petugas yang mengukur suhu tubuh mereka di gerbang sekolah.

Siswa yang sudah diukur suhu tubuhnya kemudian berjalan mengikuti alur masuk menuju ke tempat cuci tangan untuk mencuci tangan. Mereka selanjutnya harus melalui kotak disinfeksi sebelum masuk ke ruang kelas masing-masing.

Kepala SMP Negeri IV Surakarta Sri Wuryanti mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) tahap pertama diikuti 119 siswa kelas 9.

Pada PTM tahap kedua Kamis (5/11), ia melanjutkan, peserta belajar akan ditambah 100 menjadi 219 siswa dari total 289 siswa kelas 9.

Menurut Sri Wuryanti, siswa dan guru yang mengikuti kegiatan PTM sudah menjalani pemeriksaan dan semuanya tidak terindikasi tertular virus corona penyebab COVID-19.

"Siswa pada Rabu ini mulai kegiatan PTM sesuai dengan kelas masing-masing dan sesuai jadwal pelajaran khusus kelas 9," katanya. 

Menurut dia, PTM berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB tanpa waktu istirahat.

Para siswa akan tetap berada di dalam kelas sampai orang tua datang menjemput di depan sekolah.

Sementara sebagian siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, siswa yang belajar di rumah mengikuti kegiatan belajar mengajar tersebut dari rumah via Zoom.

"Saya kira siswa yang di rumah dan di sekolah tidak ada perbedaan menerima pelajaran," kata Sri Wuryanti.

Ia mengatakan bahwa dengan dukungan orang tua siswa, sekolah berusaha memastikan para siswa yang mengikuti pembelajaran secara tatap muka di sekolah aman selama di sekolah maupun selama perjalanan dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. 

"Tanpa dukungan para orang tua siswa kegiatan tidak bisa berjalan dengan baik," katanya.

Dian Andi, siswa kelas 9C SMPN IV Surakarta, mengaku sempat malas bangun pagi untuk berangkat ke sekolah karena sudah terlalu lama belajar dari rumah. Namun, setelah sampai di sekolah dia merasa senang karena bisa belajar bersama teman-teman serta bertemu langsung dengan para guru.

"Saya sudah disiapkan semuanya perlengkapan baik masker, pelindung wajah, dan hand sanitazer sebelum masuk ke sekolah. Sekolah diantar orang tua, nanti juga dijemput orang tua," kata Dian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Surakarta Etty Retnowati mengatakan pada tahap pertama pembelajaran tatap muka dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SMPN IV Surakarta, SMP Al Azhar Syifa Budi, dan MTsN 1 Surakarta.

Kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai Rabu hingga dua pekan ke depan dan sesudah itu pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi penularan virus corona akan dilakukan pada siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Para siswa yang ikut simulasi PTM sudah menjalani tes cepat, dan hasilnya non-reaktif. Mereka nanti kembali dites cepat lagi pada tanggal 13 November setelah mengikuti PTM," kata Etty. 

Baca juga:
80 persen sekolah di Gresik siap gelar pembelajaran tatap muka
Santri di Kedu jalani tes usap jelang pembelajaran tatap muka

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar