BPBD Purbalingga imbau warga di bantaran sungai waspadai banjir

BPBD Purbalingga imbau warga di bantaran sungai waspadai banjir

contoh pemukiman di bantaran sungai di Purbalingga (ANTARA /HO-Humas Purbalingga)

pendataan pemukiman-pemukiman yang terancam banjir
Purbalingga (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Jawa Tengah mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk mewaspadai banjir menyusul terjadinya peningkatan curah hujan di wilayah setempat.

"BPBD Purbalingga mengimbau warga khususnya yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk selalu siaga kala hujan lebat, terutama jika ada tanda-tanda kenaikan debit air sungai," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Umar Fauzi di Purbalingga, Kamis.

Ia mengatakan potensi hujan lebat dengan durasi yang cukup lama dikhawatirkan akan dapat mempengaruhi kenaikan debit air sungai.

"Karena itu perlu kesiapsiagaan warga di wilayah setempat guna mendukung upaya mitigasi bencana banjir," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana banjir.

"Kami juga telah melakukan pendataan pemukiman-pemukiman yang terancam banjir salah satunya di Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar," katanya.

Baca juga: BNPB ingatkan masyarakat Jatim waspadai bencana hidrometeorologi

Baca juga: Jawa Tengah bagian selatan hadapi potensi hujan ekstrem


Ia mengatakan sosialisasi terkait dengan peningkatan curah hujan dan potensi bencana juga akan terus disampaikan ke seluruh masyarakat Purbalingga.

"Tujuannya agar masyarakat tidak panik namun perlu terus meningkatkan kewaspadaan khususnya saat terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama," katanya.

Sementara itu, Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) juga kembali mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan.

Kepala BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengajak masyarakat untuk tidak panik namun perlu tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama.

"Waspada bila terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama yaitu di atas 30 menit karena dikhawatirkan dapat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, angin kencang," katanya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kata dia, peningkatan intensitas curah hujan di sebagian wilayah di Jawa Tengah berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.

"Karena itu, jika memungkinkan maka warga dapat melakukan sejumlah upaya antisipasi, misalkan segera memangkas cabang-cabang pohon yang rawan patah atau tumbang, selain itu perlu membersihkan selokan dari sampah-sampah yang menghambat saluran drainase agar tidak terjadi genangan," katanya.

Baca juga: Mengenal cara-cara sederhana mencegah banjir

Baca juga: BPBD Purbalingga ingatkan ancaman banjir-longsor

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Warga Kalteng diminta waspadai hujan 3 hari ke depan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar