Kemendag-BNI bersinergi topang pembiayaan ekspor UKM

Kemendag-BNI bersinergi topang pembiayaan ekspor UKM

Ilustrasi - Pekerja memproduksi keranjang berbahan mendong di Kampung Singkup, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Produksi keranjang berbahan baku tanaman mendong tersebut diekspor ke Amerika Serikat dengan produksi 10.000 set keranjang per bulan dengan harga Rp100 ribu per set. ANTARA JABAR/Adeng Bustomi/agr.

Sinergi Kemendag dengan PT BNI sebagai mitra yang strategis dalam memberikan layanan perbankan adalah memberikan dukungan pembiayaan ekspor, salah satunya untuk para pelaku UKM yang juga merupakan penyumbang surplus
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk dalam menyediakan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

“Sinergi Kemendag dengan PT BNI sebagai mitra yang strategis dalam memberikan layanan perbankan adalah memberikan dukungan pembiayaan ekspor, salah satunya untuk para pelaku UKM yang juga merupakan penyumbang surplus bagi neraca perdagangan,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan disiarkan secara virtual, Kamis.

Penandatanganan MoU dilakukan di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, antara Dirjen PEN Kemendag dengan Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto. 

Baca juga: LPEI terus dukung penyaluran pembiayaan ekspor pada masa COVID-19

Selain itu pada kesempatan yang sama juga penyerahan secara simbolis pembiayaan ekspor dari perbankan kepada sebelas UKM berorientasi ekspor senilai Rp16,10 miliar. Pembiayaan ekspor tersebut diberikan oleh LPEI, Bank BNI, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Kasan menyampaikan agar pelaku usaha dapat mempertahankan hubungan dagang dengan mitranya saat ini dan menjaga kemampuan untuk mencari potensi pasar baru.
Sementara itu Mendag Agus juga menyaksikan

“Pembiayaan ekspor ini diharapkan dapat membantu UKM Naik Kelas untuk tetap menggerakkan roda usahanya, sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor nonmigas dan ikut memperbaiki neraca perdagangan dan ekonomi nasional,” kata Mendag Agus menambahkan.

Di masa pandemi COVID-19 ini Kemendag terus berkomitmen menjaga keberlangsungan ekspor, termasuk produk-produk UKM. Untuk itu, Kemendag menjalin sinergi dengan berbagai pihak melalui pemberian stimulus fiskal maupun nonfiskal bagi pelaku usaha.

Baca juga: Kemendag dorong penyediaan fasilitas pembiayaan ekspor produk organik

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hingga akhir 2020, 46 pasar rakyat dapatkan sertifikat SNI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar