Ancaman bencana hidrometeorologi di tengah pilkada serentak Jambi

Ancaman bencana hidrometeorologi di tengah pilkada serentak Jambi

Suasana pemaparan dari pihak BMKG Jambi. ANTARA/HO.

Jambi (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung yang bisa saja terjadi pada saat pagelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di Provinsi Jambi.

"Ancaman bencana tersebut berdasarkan analisa BMKG terhadap kondisi cuaca di Provinsi Jambi," kata Kepala BMKG Jambi, Ibnu Sulistyono saat Rapat Koordinasi Operasi Mantap Praja 2020 di Jambi, Kamis.

Dia mengatakan, pada November dan Desember 2020 merupakan puncak musim penghujan di Provinsi Jambi sehingga menurutnya, hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan, sedang dan tinggi pada dua bulan terakhir ini.

Puncaknya yaitu pada November, untuk wilayah timur Provinsi Jambi rata-rata curah hujan yang mengguyur Jambi mencapai 51 hingga 150 milimeter per dasarian, terhitung sejak dasarian November, sedangkan untuk wilayah barat Provinsi Jambi seperti Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur malah di atas 150 milimeter/dasarian.

Baca juga: Jambi masuk awal musim hujan, BMKG imbau warga waspada dampaknya

Baca juga: Gempa guncang Merangin, BMKG imbau warga tetap tenang


Ibnu juga mengatakan kondisi cuaca itu diprediksi terjadi sejak dasarian dua di November hingga dasarian satu di Desember. Analisa dari BMKG, hujan bakal terjadi pada menjelang siang hingga sore hari dan dini hari.

Sementara itu potensi banjir diprediksi bakal terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi pada November dan Desember.

Dimana pada November, potensi bencana banjir bakal terjadi di Kabupaten Bungo seperti wilayah Kecamatan Limbur Lumbuk, Mangkuang Pelepat dan Tanah Tumbuh, Kabupaten Kerinci seperti wilayah Kecamatan Air Hangat, Air Hangat Timur, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci dan Sitinjau Laut, serta juga terjadi di Kota Sungai Penuh yaitu wilayah Kecamatan Koto Baru.

Sedangkan pada Desember, hampir rata-rata di seluruh wilayah mulai dari Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, Kota Jambi, Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjabbar, Kabupaten Tanjabtim dan Kabupaten Tebo berpotensi banjir.

"Oleh sebab itu, BMKG meminta penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 agar menyiapkan alat dan sarana untuk menghadapi kondisi cuaca dan potensi bencana tersebut dan tentunya ini bertujuan agar Pilkada yang digelar tanpa hambatan," kata Ibnu Sulistyono.*

Baca juga: BMKG: Kualitas udara di Jambi tidak sehat

Baca juga: Titik api terbanyak, Pemkab Muarojambi gelar rakor karhutla

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar