Satgas: Disiplin protokol kesehatan kunci hindari gelombang kedua

Satgas: Disiplin protokol kesehatan kunci hindari gelombang kedua

Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. ANTARA/HO-BNPB/am.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menekankan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus merupakan kunci untuk menghindari gelombang kedua pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Kita harus menghindari ini dengan disiplin protokol kesehatan. Kita harus menjaga dan skrining mobilitas masyarakat keluar masuk Indonesia, untuk menghindari kunjungan yang masuk dari Eropa atau beberapa negara lain yang mengalami musim dingin," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Gelombang kedua COVID Prancis berisiko lebih parah

Baca juga: UNICEF: Baru 31 persen warga yang lakukan 3M sekaligus


Jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia tercatat terus mengalami penurunan dan terlihat lebih baik dibandingkan rata-rata dunia. Menurut Wiku, capaian baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Selain itu, masyarakat juga harus belajar dari perkembangan beberapa negara di Eropa, yang harus kembali melakukan karantina wilayah karena terjadi kenaikan pada kasus positifnya.

Kondisi terkini di sejumlah negara Eropa mengalami pandemi COVID-19 gelombang kedua, seperti di Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, dan Yunani sehingga otoritas kesehatan pada masing-masing negara memutuskan karantina wilayah.

Menurut Wiku, risiko penularan bisa menjadi tidak terkendali akibat masyarakat mulai menganggap enteng protokol kesehatan. "Jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia," kata Wiku.

Wiku mengemukakan saat ini Indonesia sudah memiliki beberapa pencapaian penanganan COVID-19 yang semakin baik, seperti pencapaian per 5 November 2020, yang mana jumlah kasus aktif sebanyak 54.306 atau 12,75 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia yang berada di angka 25,8 persen.

Penambahan kasus positif sebanyak 4.065 kasus. Sedangkan kasus sembuh mencapai 357.142 kasus atau 83,9 persen, dimana kasus sembuh dunia sebesar 71,3 persen.

Sedangkan jumlah kasus meninggal kumulatif 14.348 kasus atau 3,4 persen, dimana kasus meninggal di dunia 2,5 persen. "Saat ini penanganan COVID-19 di Indonesia sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, ini terlihat dari penurunan kasus positif dan penurunan angka kematian," jelasnya.

Pencapaian juga terjadi pada pemeriksaan spesimen COVID-19 yang terus mengalami peningkatan dan mendekati standar World Health Organization (WHO). Capaian ini, kata Wiku, tidak boleh membuat semua pihak lengah. Pemerintah dan masyarakat harus terus meningkatkan kolaborasinya dan terus meningkatkan capaian ini.

Baca juga: Pemerintah pastikan ketersediaan obat COVID-19 hingga akhir tahun

Baca juga: Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia pekan ini turun 17,1 persen

Baca juga: Satgas: Penanganan COVID-19 di 13 provinsi prioritas membaik


Masyarakat diminta terus menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun, serta menjauhi kerumunan. Penerapan ini harus terus dijalankan dalam setiap kegiatan.

Kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan 3M merupakan kontribusi masyarakat terhadap upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah. "Ingat, dengan kita disiplin, tidak saja melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang terdekat," pesan Wiku.

#satgascovid19
#ingatpesanibupakaimasker

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ada varian corona B117, ahli ajak warga tak perlu panik berlebihan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar