BMKG berikan bantuan alat deteksi dini tsunami untuk BPBD Pekalongan

BMKG berikan bantuan alat deteksi dini tsunami untuk BPBD Pekalongan

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha sedang memetakan sejumlah wilayah rawan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menerima bantuan alat deteksi dini tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System/Inatews) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). ANTARA/Kutnadi.

Kami beruntung mendapatkan bantuan alat deteksi dini tsunami itu dari BMKG karena tidak semua daerah mendapatkan Inatews
Pekalongan, Jateng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menerima bantuan alat deteksi dini tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System/Inatews) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa alat berupa monitor tersebut dapat mendeteksi gempa bumi dan tsunami dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kami beruntung mendapatkan bantuan alat deteksi dini tsunami itu dari BMKG karena tidak semua daerah mendapatkan Inatews," katanya.

Menurut dia, alat ini berfungsi untuk mengirimkan informasi waktu yang sebenarnya (real time) terjadinya gempa bumi di setiap daerah di Indonesia.

Kemudian, kata dia, informasi tersebut digunakan untuk mempercepat dalam proses evakuasi dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sehingga meminimalisasi korban jiwa.

"Informasi yang didapatkan tidak hanya Kota Pekalongan saja namun seluruh Indonesia, baik gempa maupun tsunami. Melalui alat ini, kami bisa terbantu untuk mengambil langkah dan kebijakan apa yang harus dilakukan sebelum terjadinya gempa bumi," katanya.

Dimas mengatakan alat ini akan memberikan sinyal peringatan dan informasi detail apabila akan terjadi gempa bumi di suatu wilayah meliputi lokasi gempa, waktu, magnitudo gempa, kedalaman getaran, kekuatan gempa, dan lainnya.

Meski Kota Pekalongan berada di jalur rawan gempa, kata dia, namun hingga saat ini getaran gempa buminya masih tergolong kecil sehingga tidak berdampak bagi masyarakat.

"Yang jelas, dengan adanya alat ini, kami bisa mengetahui beberapa kejadian gempa bumi di sekitar daerah ini. Namun karena getaran gempa buminya kecil sehingga tidak begitu dirasakan oleh masyarakat," demikian Dimas Arga Yudha.

Baca juga: Gempa 5,7 SR Guncang Pekalongan

Baca juga: Pelajar Pekalongan-Jateng mendapatkan pelatihan kebencanaan

Baca juga: BMKG: guncangan gempa Pekalongan terasa hingga Banjarnegara

Baca juga: Ribuan rumah di eks-keresidenan pekalongan terendam banjir

Pewarta: Kutnadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banjir Pekalongan meluas, 17 kelurahan terdampak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar