94 persen Nakes positif COVID-19 di Riau sudah sembuh

94 persen Nakes positif COVID-19 di Riau sudah sembuh

Tenaga kesehatan mengenakan hazmat dan alat pelindung diri mengambil spesimen warga yang menjalani uji usap COVID-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau.

Pekanbaru (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau menyatakan ada 331 tenaga kesehatan (Nakes) di daerah tersebut yang terpapar COVID-19, dengan tingkat kesembuhan sudah mencapai 94,6 persen.

“Yang sampai sekarang masih dirawat hanya 3,6 persen dari total jumlah pasien,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Jumat.

Sedangkan jumlah kasus kematian ada lima Nakes, atau 1,8 persen dari jumlah keseluruhan kasus.

Ia merincikan, Nakes yang paling banyak terinfeksi COVID-19 berkelamin perempuan yakni mencapai 251 orang, sedangkan yang laki-laki 80 orang.

Mimi mengatakan Nakes yang tertular COVID-19 beragam pekerjaannya, tidak hanya yang menangani pasien di fasilitas kesehatan. Namun, kasus yang paling adalah dari perawat, yakni mencapai 174 orang, sedangkan dokter ada 68 orang. Selain itu, ada juga supir Ambulans hingga pegawai manajemen di fasilitas layanan kesehatan.

Baca juga: Nakes RSUD di Kayong Utara terkonfirmasi positif COVID-19

Daerah yang paling banyak kasus Nakes terpapar COVID-19 adalah di Kota Pekanbaru, yakni mencapai 127 orang. Kemudian Kabupaten Kampar ada 52 orang, Dumai 42 orang, Inhu 21 orang, Siak 20 orang, Bengkalis dan Rokan Hilir masing-masing 19 orang, Indragiri Hilir 11 orang, Rokan Hulu 10 orang, Pelalawan delapan orang, serta Kuansing dan Meranti masing-masing satu orang.

Mimi menambahkan, secara keseluruhan 12.473 pasien yang sebelumnya terinfeksi virus SARS-CoV-2 sudah sembuh, dan pertambahan pasien sembuh dalam sehari lebih tinggi ketimbang penambahan kasus baru.

Total pasien COVID-19 di Riau secara akumulatif ada 15.278 orang, dengan yang masih butuh perawatan di rumah sakit ada 659 orang dan yang isolasi mandiri 1.798 orang.

Mimi mengatakan meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di. Riau sudah berakhir, pemerintah. menerapkan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman. Tujuannya untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan, sosial ekonomi, dan masyarakat dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pakai masker bila keluar rumah dan di tempat kerja, selalu menjaga jarak, dan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” katanya.

#satgascovid19
#ingatpesanibu

Baca juga: Kemenkes latih nakes daerah tingkatkan pelacakan kontak COVID-19

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

639 tenaga kesehatan RSUD Soedarso Pontianak divaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar